Prajurit Banau Gerakkan Ekonomi Lokal, Mama Papua Tersenyum Lebar

    Prajurit Banau Gerakkan Ekonomi Lokal, Mama Papua Tersenyum Lebar

    PUNCAK - Kehangatan menyelimuti Kampung Marilaukin, Papua Tengah, saat personel Pos Marilaukin Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau menggagas aksi sosial ekonomi bertajuk Borong Hasil Tani pada Sabtu, (15/11/2025). Inisiatif ini tak hanya membawa senyum bahagia, tetapi juga membuka harapan baru bagi para mama Papua yang menggantungkan hidupnya pada hasil kebun di wilayah perbatasan yang strategis.

    Dipimpin langsung oleh Serda Risky Buamona, para prajurit dengan sigap menyusuri lapak-lapak sederhana milik warga. Mereka tanpa ragu memborong hasil bumi segar, mulai dari aneka sayuran, umbi-umbian, hingga rempah lokal. Pembelian dilakukan dengan harga yang pantas, tanpa tawar-menawar yang memberatkan, memberikan kepastian pasar dan pendapatan yang layak bagi para mama Papua.

    Mata Mama Perida, salah satu warga yang seluruh hasil panennya diborong habis, berkaca-kaca penuh rasa syukur. "Terima kasih untuk Bapak-Bapak TNI. Semua sayur saya dibeli, uangnya bisa buat kebutuhan anak sekolah dan dapur. Saya senang sekali. Semoga kegiatan seperti ini tetap ada, " ujarnya penuh haru.

    Aksi Borong Tani ini bukan sekadar transaksi ekonomi biasa. Ia menjelma menjadi strategi sosial yang ampuh dalam mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat. Danpos Marilaukin, Kapten Inf Frincen Sinaga, menekankan peran krusial kegiatan ini dalam menciptakan suasana yang kondusif di wilayah tugasnya. "Borong Tani kami lakukan untuk memutar roda ekonomi warga. Ketika penghasilan mereka stabil, rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap prajurit pun semakin tumbuh. Kedekatan ini menjadi fondasi penting bagi keamanan wilayah perbatasan, " jelasnya dengan mantap.

    Apresiasi mendalam datang dari tokoh masyarakat Marilaukin, Jemson Murib (48). Ia merasakan langsung dampak positif kepedulian para prajurit. "Kami merasa dihargai. Mama-mama terbantu, dan hubungan kampung dengan Pos TNI semakin dekat. Ini kegiatan yang membawa berkat, " tuturnya, menggarisbawahi nilai kemanusiaan dari aksi ini.

    Program Borong Tani ini sejalan teguh dengan instruksi dari Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, yang senantiasa menekankan pentingnya peran prajurit dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. "Tugas prajurit di Papua adalah tugas multidimensi. Selain menjaga tapal batas, mereka menjaga harapan rakyat. Membeli hasil bumi dengan harga adil adalah bentuk nyata bahwa TNI hadir sebagai penggerak ekonomi lokal, " ungkap Mayjen Lucky.

    Ia menambahkan bahwa kesejahteraan warga merupakan elemen fundamental dalam pertahanan negara. "Jika rakyat sejahtera dan merasa diperhatikan, loyalitas terhadap NKRI akan semakin kuat. Prajurit harus menjadi pembeli yang adil dan motor penggerak ekonomi mama-mama Papua, " tegasnya, menginspirasi.

    Kegiatan Borong Tani yang digagas oleh Yonif 732/Banau menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di perbatasan bukan hanya soal menjaga keamanan semata, melainkan juga berperan aktif dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan merajut ikatan emosional yang kuat antara prajurit dan masyarakat. Dari hamparan ladang sederhana di Marilaukin, harapan baru tumbuh subur, seiring dengan hasil bumi yang kini memiliki pasar yang pasti dan penghargaan yang layak.

    (jurnalis)

    borongtanibanau mamapapuabangkit tniuntukrakyat puncakmaju papuatengah ekonomiperbatasan
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    TNI-Polri Yahukimo Kompak Rayakan HUT Marinir...

    Artikel Berikutnya

    Gizi Papua: Satgas 408/Sbh dan Nakes Hadirkan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami