PUNCAK - Senyum merekah di wajah para mama di Kampung Ambobera, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tatkala wadah-wadah berisi sayuran segar dan umbi-umbian dari kebun mereka diborong oleh prajurit TNI. Program bertajuk Rosita (Borong Hasil Tani Rakyat) yang digagas oleh Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau melalui Pos Ambobera pada Rabu (19/11/2025) ini menjadi oase di tengah tantangan pemasaran hasil bumi di wilayah perbatasan.
Di bawah pimpinan Sertu Wael, para prajurit dengan sigap membeli langsung produk pertanian warga, yang kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian di pos. Tindakan sederhana ini, lebih dari sekadar transaksi jual beli, merupakan wujud nyata kepedulian dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kegiatan Rosita ini bukan sekadar jual-beli. Ini adalah cara kami menggerakkan ekonomi kampung dan memberikan apresiasi atas kerja keras para petani. Ketika hasil tani mereka dibeli dengan harga yang adil, mereka dapat terus produktif dan mandiri, ” ujar Letda Inf Gaol, Komandan Pos Ambobera.
Bagi Mama Nepus, salah satu warga yang sehari-hari menjual hasil kebunnya, program ini menghadirkan secercah harapan baru. Raut wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa haru dan optimisme.
“Terima kasih bapak-bapak TNI. Dengan program borong hasil tani ini, kami jadi lebih semangat pergi kerja kebun. Kami merasa dibantu dan dihargai. Kehadiran TNI membawa berkah untuk kami di Ambobera, ” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Program Rosita di Kampung Ambobera kembali menegaskan komitmen Satgas Yonif 732/Banau untuk hadir sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedalaman Papua. Melalui setiap aksi kecil yang berdampak besar, Satgas berupaya memupuk pertumbuhan ekonomi warga dan mewujudkan kemandirian di wilayah perbatasan yang strategis ini.
(jurnalis)
