NDUGA - Di tengah hamparan alam pedalaman Papua yang memesona, kehadiran personel Satgas Yonif 300/Brajawijaya di Kampung Mumugu 2, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, membuktikan bahwa tugas pengamanan wilayah dapat berdampingan erat dengan upaya membangun sumber daya manusia. Melalui program edukatif yang digagas oleh TK Batas Batu, para prajurit ini tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga turut menyemai benih-benih pengetahuan dan kecintaan pada tanah air bagi generasi muda Papua.
Sebuah momen hangat tercipta pada Kamis (15/1/2026) ketika rombongan personel Satgas, di bawah komando Dan TK Batas Batu, Kapten Inf Hartono, mengunjungi SD Rimba St. Aloysius. Suasana belajar mengajar yang biasanya tenang di sekolah pelosok itu sontak berubah menjadi lebih hidup. Para siswa tampak antusias menyambut kedatangan para prajurit yang dengan sabar mendampingi dan membantu mereka dalam setiap aktivitas pembelajaran. Interaksi yang dibangun penuh sentuhan humanis, menciptakan kedekatan yang tak ternilai harganya.
Tak berhenti di situ, semangat edukasi berlanjut di Saung Pintar TK Batas Batu. Di tempat yang menjadi pusat kegiatan ini, personel Yonif 300/Brajawijaya dengan cerdik mengemas materi pembelajaran agar lebih mudah diterima oleh anak-anak. Melalui kisah-kisah inspiratif, permainan yang mengasyikkan, serta lantunan lagu-lagu ceria, nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta pada Indonesia ditanamkan sejak dini. Anak-anak diajak untuk mengenal dan mencintai negeri mereka sendiri.
“Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar dan merasa didampingi. Pendidikan adalah fondasi utama masa depan mereka, dan kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap generasi penerus bangsa, ” ujar Kapten Inf Hartono di sela kegiatan.
Komitmen ini sejalan dengan pandangan Komandan Satgas Yonif 300/Brajawijaya, Letkol Inf Joko Nugroho, S.T., M.Han., yang menekankan pentingnya investasi jangka panjang melalui perhatian pada sektor pendidikan. Ia meyakini bahwa generasi muda Papua adalah aset tak ternilai bagi kemajuan bangsa.
“Generasi muda Papua adalah aset berharga bangsa. Dengan pendampingan pendidikan sejak dini, kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan kelak mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia, ” tegas Letkol Joko Nugroho.
Lebih lanjut, Letkol Joko Nugroho menambahkan bahwa kegiatan edukatif ini merupakan manifestasi dari komitmen TNI untuk hadir secara menyeluruh di tengah masyarakat. Peran TNI tidak hanya terbatas pada menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam merawat harapan dan membangun masa depan anak-anak di wilayah-wilayah terpencil.
Dari Saung Pintar di pelosok Mumugu 2, senyum ceria dan tawa riang anak-anak menjadi saksi bisu tumbuhnya harapan. Di sanalah, semangat belajar dan kecintaan pada Indonesia mulai disemai, menjadi bekal berharga untuk mengantarkan Papua menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat.

Updates.