MAYBRAT - Di tengah keasrian perkebunan Kampung Kamat, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, sebuah pemandangan tak biasa tersaji pada Selasa (11/11/2025). Prajurit TNI Angkatan Laut dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY Pos TK Kamat, tak hanya menjalankan tugas penjagaan, namun turun langsung memborong hasil tani warga. Aneka sayuran segar, ubi, pisang, hingga singkong dibeli langsung, menjadi bukti nyata kepedulian prajurit terhadap denyut nadi ekonomi masyarakat perbatasan.
"Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi masyarakat. Kami ingin hasil panen warga tidak sia-sia dan bisa memberikan nilai tambah bagi keluarga mereka, " ujar Komandan Pos (Danpos) TK Kamat, di sela-sela kegiatan.
Tak sekadar transaksi jual beli, aksi ini juga menjadi jembatan mempererat silaturahmi. Para prajurit tak ingin hanya dikenal sebagai penjaga tapal batas, melainkan sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
"Kami berharap tumbuh rasa saling percaya dan kebersamaan yang kuat. Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai saudara yang ikut merasakan kehidupan masyarakat di sini, " tambahnya.
Senyum merekah menghiasi wajah Mama Yohana Kamesa (42), salah satu petani setempat. Bagi Mama Yohana, kehadiran prajurit Marinir yang memborong hasil kebunnya adalah berkah tersendiri.
"Kami sangat senang, bapak-bapak Marinir datang beli hasil kebun kami. Biasanya kami susah jual di pasar karena jauh. Sekarang hasil kami laku, bisa bantu keluarga, " ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Langkah sederhana ini rupanya menarik perhatian Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Beliau memandang aksi Satgas Marinir Yonif 10 SBY sebagai esensi pengabdian prajurit kepada rakyat.
"TNI harus hadir dengan hati, bukan hanya menjaga batas negara, tetapi juga menjaga kehidupan rakyat di dalamnya. Kegiatan seperti ini memperkuat makna kemanunggalan TNI dan rakyat, yang menjadi roh pengabdian prajurit di Papua, " tegas Mayjen Lucky Avianto.
Melalui program "borong hasil tani" ini, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga menumbuhkan rasa aman dan kebersamaan yang kian menguat di Kampung Kamat, Papua Barat Daya.
