INTAN JAYA - Suasana haru dan kehangatan menyelimuti Kampung Eknemba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Senin (10/11/2025) lalu. Di bawah mentari pagi yang menembus kabut pegunungan, prajurit Satgas Yonif 712/Wiratama (WT) tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, namun menjelma menjadi pembawa damai dan berkat bagi masyarakat.
Pagi itu, alunan pujian mengalun khidmat dalam Ibadah Minggu bersama jemaat Gereja Bazemba. Prajurit berseragam loreng dan warga berbaur dalam harmoni doa, melupakan sekat antara abdi negara dan masyarakat. Kebersamaan tulus terpancar, menumbuhkan rasa persaudaraan yang mendalam.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga untuk berjalan bersama masyarakat dalam kasih dan persaudaraan, ” ungkap Kapten Inf Adryan Nanda, Dan TK Eknemba, usai khidmat ibadah.
“Ibadah bersama ini menjadi cara kami mempererat silaturahmi dan memperkuat keimanan, agar TNI benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua, ” tambahnya dengan nada penuh harapan.
Kehangatan serupa dirasakan oleh Pastor Janis Sayogi, pemimpin jemaat Gereja Bazemba. Matanya berkaca-kaca saat menyampaikan rasa syukurnya.
“Terima kasih kepada Bapak TNI yang telah datang beribadah bersama kami. Kehadiran kalian membawa kedamaian dan semangat baru bagi kami. Semoga Tuhan selalu memberkati setiap langkah prajurit, ” ujarnya haru.
Namun, pengabdian prajurit Yonif 712/WT tak berhenti di mimbar gereja. Selepas ibadah, mereka sigap menjalankan program “Rosita” (Borong Hasil Tani), memborong hasil panen Mama-Mama Kampung Eknemba, mulai dari sayur mayur hingga ubi.
Suasana pun berubah menjadi pesta kecil penuh tawa dan rasa syukur. Mama-Mama kampung tak kuasa menahan air mata bahagia.
“Terima kasih Bapak TNI, kami Mama-Mama senang karena hasil tani kami dibeli semua. Ini sangat membantu kami, ” tuturnya sambil tersenyum haru.
Kepala Kampung Eknemba, Bapak Piterius Muzizau, turut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Satgas yang membawa manfaat nyata.
“Kami bangga dan berterima kasih. Kehadiran TNI bukan hanya menjaga kami, tapi juga membantu masyarakat agar tetap semangat dan sejahtera, ” ujarnya.
Menanggapi kegiatan sarat nilai kemanusiaan ini, Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa setiap langkah prajurit TNI di Papua harus berlandaskan kasih.
“Kehadiran prajurit dalam ibadah bersama masyarakat adalah bentuk pengabdian dengan hati. Kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tetapi untuk membangun kedamaian dan kesejahteraan rakyat Papua, ” tegas Mayjen Lucky Avianto.
Ia menambahkan, program Rosita merupakan simbol nyata filosofi pengabdian TNI yang berpihak pada rakyat kecil.
“TNI adalah motor pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal. Setiap prajurit harus menjadi solusi, pembawa senyum, dan sumber harapan bagi masyarakat, ” ujarnya menutup pernyataan.
Melalui aksi kasih di Eknemba, Satgas Yonif 712/WT meneguhkan kembali jati diri TNI sebagai pelindung dan sahabat rakyat. Mereka tak hanya menjaga perbatasan, tapi juga menjaga hati, menanam benih damai dan kesejahteraan di tanah pegunungan Papua.

Updates.