PUNCAK - Di tengah gemuruh aktivitas Pasar Tradisional Distrik Yugumuy, Kabupaten Puncak, Papua, kehadiran Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya Pos Agengen pada Kamis (20/11/2025) membawa cerita hangat tentang kepedulian dan kebersamaan. Bukan sekadar menjaga keamanan, para prajurit ini dengan tulus memborong hasil bumi warga, sebuah langkah sederhana namun berdampak besar bagi perekonomian masyarakat pegunungan.
Sejak mentari pagi menyapa, para Mama-mama Papua telah bersemangat menata berbagai hasil panen mereka: sayuran segar yang hijau, buah-buahan lokal yang menggoda selera, serta umbi-umbian khas pegunungan yang menjadi sumber kehidupan. Suasana pasar yang biasanya tenang, seketika menjadi lebih semarak dengan kedatangan para prajurit.
Danpos Agengen, Kapten Inf Sahrul Rozi, menjelaskan bahwa aksi membeli hasil tani ini adalah bagian dari program unggulan mereka yang dikenal dengan nama “Ksatrata”, singkatan dari Ksatria Borong Hasil Tani Rakyat. Inisiatif ini lahir dari pemahaman mendalam akan perjuangan warga yang menggantungkan hidup pada tanah.
“Setiap panen yang dijual warga adalah hasil kerja keras mereka. Kami ingin hadir untuk menghargai jerih payah itu. Dengan memborong hasil tani, kami berharap dapat membantu ekonomi warga sekaligus mempererat hubungan TNI dengan masyarakat, ” ujar Kapten Sahrul.
Senyum sumringah merekah di wajah para Mama-mama Papua. Dagangan mereka yang tadinya masih penuh, kini mulai menipis seiring antusiasme para prajurit membeli. Kegembiraan itu tak bisa disembunyikan.
“Kami sangat senang. TNI beli semua hasil panen kami. Ini membuat kami merasa diperhatikan dan dibantu. TNI bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga bantu kehidupan kami, ” tutur Mama Yohana, salah seorang warga, dengan suara penuh rasa syukur.
Bagi para prajurit Pos Agengen, kegiatan ini lebih dari sekadar transaksi jual beli. Ini adalah jalinan kasih, penguatan solidaritas, dan kedekatan emosional yang tak ternilai harganya. Program Ksatrata menjadi bukti nyata bagaimana TNI hadir untuk memberikan dukungan di berbagai lini kehidupan, tak hanya soal keamanan, namun juga turut serta menopang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan warga.
Melalui setiap langkah pengabdian yang tulus, Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya menegaskan kembali bahwa kehadiran mereka di Tanah Papua adalah untuk menebar harapan dan menumbuhkan senyum di wajah masyarakat pegunungan.
(jurnalis)
