INTAN JAYA - Di tengah hamparan pegunungan Papua, kehadiran prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 500/Sikatan menjadi oase kepedulian. Di Titik Kuat (TK) Mamba, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Kamis (15/1/2026), seratusan personel TNI menunjukkan komitmen tak hanya pada pengamanan, namun juga pada pembangunan kedekatan emosional dengan masyarakat setempat melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos).
Sebanyak sepuluh personel yang dipimpin langsung oleh Bamin TK Mamba, Serda Wawan, membuktikan bahwa kemanusiaan dapat hadir dalam tindakan sederhana. Mereka menggelar pangkas rambut gratis yang disambut antusias oleh anak-anak dan warga Kampung Mamba. Lebih dari sekadar memotong rambut, kegiatan ini juga diselipi edukasi ringan mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan, sebuah pesan yang diharapkan tertanam kuat di benak generasi penerus.
Suasana hangat dan penuh tawa seketika merayapi TK Mamba. Wajah-wajah yang tadinya malu-malu kini berubah ceria, berbaur dalam interaksi akrab antara prajurit dan warga. Serda Wawan mengungkapkan, Komsos adalah denyut nadi kehadiran TNI di wilayah penugasan.
“Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir untuk rakyat. Pangkas rambut dan edukasi kesehatan ini memang sederhana, namun kami berharap dapat memberikan manfaat serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat, terutama bagi anak-anak, ” ujar Serda Wawan.
Ia menambahkan bahwa jembatan emosional yang terjalin dengan masyarakat adalah fondasi vital untuk menciptakan rasa aman dan menjaga stabilitas wilayah yang berharga.
“Dengan hubungan yang baik, kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Dari situlah suasana damai dan kondusif dapat terwujud, ” tambahnya.
Di sela kegiatan yang penuh makna ini, suara warga Kampung Galunggama, Lewi Sani, terdengar menyuarakan realitas hidup di kampungnya yang masih bergulat dengan keterbatasan akses air bersih.
“Di kampung kami belum ada persediaan air bersih yang cukup untuk mandi. Selama ini kami mengandalkan air hujan. Kalau tidak hujan, kami jarang mandi, ” ungkap Lewi Sani.
Meski demikian, senyum lega dan ucapan terima kasih tulus terucap dari bibirnya, mencerminkan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepedulian prajurit TNI yang hadir menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan.
“Terima kasih TNI sudah peduli dengan kami, ” ucapnya singkat penuh harap.
Selama seluruh rangkaian kegiatan, situasi di Kampung Mamba terpantau aman, tertib, dan penuh kedamaian. Kehadiran Satgas Yonif 500/Sikatan di tanah Papua ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai penjaga kedaulatan, melainkan sebagai pembawa sentuhan kemanusiaan yang menumbuhkan harapan, mempererat tali persaudaraan, dan meneguhkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
