PUNCAK - Di tengah keindahan pegunungan Papua Tengah, prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau tak hanya menjaga perbatasan, namun juga menyentuh denyut nadi ekonomi masyarakat. Melalui inisiatif brilian bernama program Borong Hasil Tani atau akrab disapa Rosita, Pos Julukoma pada Senin (17/11/2025) membuktikan komitmennya untuk hadir di tengah petani Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.
Dipimpin langsung oleh Sertu Karolus beserta jajarannya, personel Pos Julukoma tak segan turun ke kebun warga. Mereka dengan antusias membeli hasil panen segar seperti kangkung, sawi, dan ubi kayu. Tindakan sederhana ini menjadi angin segar bagi para petani yang kerap terkendala akses pasar dan kesulitan menjual hasil jerih payah mereka.

“Program Borong Hasil Tani atau Rosita ini bukan kegiatan insidental. Ini komitmen kami untuk rutin membeli hasil panen warga Julukoma. Selain memutar roda ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat hubungan emosional antara prajurit TNI dengan masyarakat, ” jelas Danpos Julukoma, Lettu Inf Dismas.
Ia menambahkan bahwa program ini menjadi jembatan penting untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi di wilayah perbatasan yang strategis.
“Selama ini kami sering kesulitan menjual hasil kebun. Dengan Bapak-Bapak TNI dari Pos Julukoma datang langsung, kami sangat dipermudah. Harga yang diberikan juga adil. Kami berterima kasih dan berharap kegiatan ini tetap berlanjut, ” tutur Mama Nana, seorang tokoh masyarakat Kampung Julukoma yang merasakan langsung manfaatnya.
Lebih dari sekadar transaksi dagang, program Rosita telah berhasil menumbuhkan benih kepercayaan dan mempererat ikatan emosional antara prajurit TNI dan warga Julukoma. Dukungan penuh dari Yonif 732/Banau menjadi modal berharga untuk memastikan keberlanjutan upaya pemberdayaan ekonomi di tanah Papua, demi terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
(jurnalis)

Updates.