YAHUKIMO - Suasana Pasar Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Rabu (12/11/2025) terasa berbeda. Di tengah keramaian pedagang dan aroma khas hasil bumi pegunungan Papua, sekumpulan prajurit berseragam loreng baret ungu khas Korps Marinir hadir membawa misi kemanusiaan dan ekonomi. Mereka adalah personel dari Pos Marinir PJPR Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir.
Para prajurit ini tidak hanya berbelanja, melainkan aktif bergerak dari satu lapak ke lapak lainnya, memborong hasil bumi seperti ubi, pisang, dan sayuran hutan. Bagi para pedagang, terutama 'mama-mama Papua', kehadiran mereka menjadi angin segar di tengah perlambatan ekonomi daerah.
“Biasanya hasil kebun kami lama laku, tapi sekarang bapak-bapak Marinir datang beli langsung. Kami senang sekali, uangnya bisa untuk beli beras dan bayar sekolah anak, ” ujar Mama Yulce, salah satu pedagang di Pasar Dekai dengan mata berkaca-kaca.
Setiap lembar uang yang berpindah tangan dalam transaksi sederhana ini menjadi simbol kehidupan baru bagi masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya memenuhi kebutuhan logistik pos, tetapi juga merupakan bagian integral dari program pembinaan teritorial yang berfokus pada kemandirian dan kesejahteraan rakyat di wilayah penugasan.
Komandan Satgas Yonif 1 Marinir, Letkol Marinir Siswanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari filosofi pengabdian Marinir untuk hadir dan menguatkan masyarakat dalam segala aspek kehidupan.
“Kegiatan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan logistik pos. Ini adalah bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti membeli hasil bumi ini, kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari keberadaan Satgas. Kami hadir bukan hanya untuk menjaga, tapi juga untuk menguatkan, ” tegasnya.
Kehangatan interaksi antara prajurit dan masyarakat di Pasar Dekai menggambarkan harmoni dan kemanunggalan TNI-rakyat, yang menjadi fondasi utama stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.
Semangat ini juga sejalan dengan arahan pimpinan Komando Operasi Habema. Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menekankan bahwa pembangunan kesejahteraan dan keamanan harus berjalan beriringan.
“Kesejahteraan adalah bagian tak terpisahkan dari keamanan. Seorang prajurit bukan hanya menjaga batas negara, tetapi juga memastikan dapur rakyat tetap mengepul. Dengan mendukung ekonomi lokal, kita menanamkan benih harapan dan rasa memiliki. Prajurit adalah pembeli sekaligus pahlawan ekonomi kecil bagi masyarakat di wilayah penugasan, ” ungkap Pangkoops Habema.
Melalui program pembelian langsung hasil bumi masyarakat, para Marinir menunjukkan bahwa pembangunan Papua tidak hanya digerakkan oleh proyek besar, tetapi juga oleh ketulusan langkah-langkah kecil di pasar-pasar rakyat. Di balik setiap noken berisi hasil kebun yang berpindah tangan, tersimpan harapan bahwa Papua akan terus tumbuh, dengan rakyat dan TNI berjalan beriringan. (PERS)

Updates.