ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan

    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan

    INTAN JAYA - Aktivitas pasar di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, mendadak lebih hidup, Minggu (30/11/2025). Di sela patroli wilayah, personel Satgas TNI Koops Habema Yonif 631/Antang (Atg) menghentikan langkah pengamanan mereka sejenak bukan untuk mengambil posisi taktis, melainkan “mengambil alih” semua hasil kebun milik Mama-Mama pedagang lokal lewat program ROSITA (Borong Hasil Tani Rakyat).

    Aksi itu langsung memantik suasana baru. Sayur mayur, umbi-umbian dan hasil tani pegunungan yang semula menunggu pembeli, pagi itu ludes diborong prajurit. Transaksi singkat, namun dampaknya panjang.

    Komandan Satgas Yonif 631/Atg Letkol Inf Andy Darnianto menegaskan, program itu bukan aksi seremonial, namun mandat langsung operasi kewilayahan untuk menekan kesulitan ekonomi masyarakat.

    “Prajurit tidak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” ujar Andy.

    Kegiatan ini, kata dia, merupakan implementasi arahan Panglima Komando Operasi (Koops) Habema Mayjen TNI Lucky Avianto, yang meminta personel di lapangan tidak sekadar mengamankan wilayah, tetapi juga mengamankan harapan hidup masyarakat.

    Kapten Inf Rustam Bulo, Danpos Kotis Ugimba, yang memimpin personel Pos Kotis Ugimba dan Pos Kotis Ugimba, menambahkan bahwa pembelian hasil kebun juga mendukung logistik prajurit, sehingga berdampak dua arah ekonomi warga terangkat, dapur pos tetap terjaga.

    Di sisi lain, respons warga menguatkan cerita lain: ini bukan hanya soal beli-jual. Rasanya adalah soal diakui dan dihargai.

    Salah satu pedagang, Mama Helena (57), yang rutin menjajakan ubi dan sayur dari kebunnya, tak mampu menyembunyikan emosinya ketika lapak dagangannya habis disapu pembeli berseragam.

    “Terima kasih Bapak Tentara, sudah borong kebun kami. Kami senang sekali… kami merasa ada yang lihat kami, ” ucap Helena sembari menahan haru.

    Letkol Andy menilai, momen seperti itu adalah indikator penting bahwa keamanan dan kesejahteraan tidak bisa dipisah dalam operasi di wilayah pedalaman.

    Ia juga menekankan keberlanjutan: “Kami ingin Mama-Mama Papua makin semangat bertani karena tahu bahwa hasil mereka dihargai. Program ini harus memicu produktivitas, bukan sekadar bantuan sesaat.”

    Pelibatan TNI lewat ROSITA disebutnya sebagai stimulan ekonomi sekaligus garansi pasar psikologis memberi keyakinan pada petani dan pedagang bahwa rantai ekonomi mereka punya pembeli, punya masa depan.

    Pemerhati ekonomi pegunungan Papua, Dr. Elisa Tabuni (Akademisi Universitas Cenderawasih), menilai pendekatan ini efektif di wilayah blank-spot ekonomi.

    “Di daerah seperti Intan Jaya, dukungan pembelian langsung jauh lebih berdampak daripada bantuan tunai. Ini menciptakan sirkulasi uang di kampung, sekaligus membangun kepercayaan lama yang sempat merenggang. TNI sedang memborong dua hal: hasil kebun dan rasa aman sosial, ” kata Elisa.

    Program ROSITA sendiri dikonfirmasi sebagai bagian dari strategi besar Koops Habema untuk menggerakkan ekonomi akar rumput di distrik-distrik pedalaman dari hulu ke hilir, agar akselerasi damai berjalan bersama akselerasi perut kenyang.

    Sabtu pagi itu, lembah Sugapa menyampaikan pesan: Keamanan menjaga batas, ekonomi menjaga martabat.

    (Wartamiliter)

    rositapapua koopshabema yonif631atg mamapapuaberdaya tniborongharapan ekonomisugapabangkit intanjayaproduktif boronghasiltanirakyat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang...

    Artikel Berikutnya

    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami