ROSITA Banau Dongkrak Ekonomi Petani Jampul, TNI Jadi Pembeli Setia

    ROSITA Banau Dongkrak Ekonomi Petani Jampul, TNI Jadi Pembeli Setia
    Foto: Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732/Banau melalui Pos Jampul borong hasil tani, mama Papua, pada Jumat (21/11/2025).

    PUNCAK - Di tengah bentangan alam Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebuah inisiatif sederhana namun penuh makna mulai bergulir. Program ROSITA, singkatan dari Borong Hasil Tani, yang digagas oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732/Banau melalui Pos Jampul, pada Jumat (21/11/2025) ini, telah membuka harapan baru bagi para petani lokal.

    Program ini mengusung konsep pembelian langsung hasil kebun masyarakat. Para prajurit dengan sigap menyambangi para petani, memborong aneka sayuran segar, umbi-umbian, hingga rempah lokal. Bagi warga Jampul, tindakan ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah bentuk apresiasi mendalam atas peluh dan kerja keras mereka dalam mengolah tanah di medan yang tak mudah.

    Letda Inf Djemmy Rondonuwu, Komandan Pos Jampul, menjelaskan esensi di balik program ini. Ia menekankan bahwa ROSITA adalah wujud nyata kepedulian Satgas untuk menjaga denyut perekonomian warga agar tetap bersemangat, terlepas dari segala keterbatasan yang ada di wilayah tersebut.

    “Kegiatan ROSITA bukan hanya sekadar membeli hasil tani. Ini adalah dukungan nyata bagi ekonomi warga. Kami ingin memastikan setiap jerih payah petani dihargai. Lewat program ini, kami memperkuat roda ekonomi lokal sekaligus mempererat hubungan kami dengan masyarakat Jampul, ” ujar Letda Djemmy.

    Ia menambahkan bahwa kehadiran TNI diharapkan dapat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat, melampaui tugas pokok pengamanan semata.

    Sambutan hangat datang dari para petani Jampul. Yulianus Wenda, salah seorang petani, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh Satgas.

    “Kami senang sekali karena hasil kebun kami dibeli langsung oleh bapak-bapak TNI. Di sini kami jauh dari pasar, jadi kadang hasil tani tidak bisa dijual. Dengan adanya program seperti ini, kami merasa dibantu dan dihargai, ” tuturnya dengan raut wajah penuh kebahagiaan.

    Lebih dari sekadar aspek ekonomi, kehadiran prajurit dalam kegiatan ini juga turut memperkokoh jalinan persaudaraan dan rasa saling percaya yang telah lama terawat antara TNI dan masyarakat.

    Program ROSITA menjadi testimoni nyata bahwa Satgas Yonif 732/Banau hadir bukan hanya sebagai garda terdepan penjaga keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan mitra sejati rakyat. Setiap karung hasil bumi yang diborong adalah simbol nyata kehadiran negara yang perhatian dan turut merasakan denyut kehidupan warganya di pelosok negeri. Melalui inisiatif ini, Satgas berharap perekonomian lokal di pedalaman terus berkembang, membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh warga Kampung Jampul.

    (jurnalis)

    rositabanau satgas732banau ekonomipapua tnihumanis beogabarat kampungjampul
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Banau Hadirkan 'Kelas Pintar' di...

    Artikel Berikutnya

    Kunjungan KAS Kogabwilhan III Perkuat Moril...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami