INTAN JAYA - Di tengah selimut kabut pegunungan Intan Jaya yang dingin, sebuah pemandangan hangat menyapa di poros jalanan kecil Sugapa–Beoga. Para prajurit dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan tidak hanya menjalankan tugas menjaga perbatasan, tetapi juga memborong senyum dan harapan dari mama-mama Papua. Dengan sigap, mereka membantu dan membeli hasil panen para ibu yang tengah berjuang menuju Pasar Yokatapa, sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati.
Kegiatan bertajuk “Rosita” (Borong Hasil Petani) ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di wilayah pedalaman lebih dari sekadar penjaga keamanan. Program ini, yang dilaksanakan serentak di seluruh Titik Kuat Satgas sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Yonif 500/Sikatan, bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal. Mulai dari TK Mamba Bawah hingga Kotis Mamba, semangat berbagi dan kepedulian terpancar jelas.
Mayor Inf Redo Rahardiansyah Effendy, S.S.T.Han., S.I.P., Wakil Komandan Satgas Yonif 500/Sikatan, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap mama-mama Papua yang memegang peranan vital sebagai tulang punggung keluarga. Ia melihat mereka bukan hanya sebagai penjual, tetapi sebagai pahlawan ekonomi yang patut didukung.
“Kegiatan Rosita ini adalah simbol kepedulian kami. Kami ingin hadir bukan hanya menjaga perbatasan, tapi juga membantu masyarakat agar tetap bersemangat berkebun dan berdagang. Mereka adalah pahlawan ekonomi keluarga yang sesungguhnya, ” ujar Mayor Redo penuh keyakinan.
Pemandangan haru terlihat saat para prajurit dengan ramah membantu mama-mama memanggul noken berisi sayur-sayuran segar dan umbi-umbian. Tawa dan rasa haru bercampur, menggantikan kelelahan yang tadinya terpancar di wajah para ibu. Hasil bumi mereka dibeli habis, memberikan kelegaan dan kebahagiaan yang tak ternilai.
Mama Kristina, seorang petani dari Kampung Titigi, tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran para prajurit yang setiap hari pasar turut meringankan bebannya.
“Tiap hari pasar, Bapak TNI bantu kami di jalan. Hari ini sayur saya habis semua, senang sekali. Terima kasih banyak, ” tuturnya dengan sorot mata penuh syukur, sambil menepuk dadanya.
Program *Rosita* tidak hanya memberikan dampak ekonomi positif bagi warga, tetapi juga menumbuhkan benih kepercayaan dan kedekatan yang erat antara prajurit dan masyarakat. Perlahan, keraguan yang sempat ada berganti dengan sapaan hangat dan senyum persahabatan di setiap pertemuan di jalanan kampung.
Dari Jayapura, apresiasi tinggi datang dari Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Beliau memuji aksi kemanusiaan prajurit Yonif 500/Sikatan sebagai cerminan sejati dari doktrin kemanusiaan TNI.
“Ketika prajurit kita turun langsung membantu mama-mama Papua memanggul hasil kebun, bahkan memborong habis dagangannya, itu adalah bentuk tertinggi dari pengabdian, ” tegas Mayjen Lucky dengan nada bangga.
Ia menekankan pentingnya peran TNI di Papua sebagai penggerak kesejahteraan, melampaui sekadar penjaga keamanan. Mayjen Lucky melihat program seperti Rosita sebagai denyut nadi ekonomi rakyat kecil yang harus dijaga kelangsungannya.
“Rosita ini adalah denyut nadi ekonomi rakyat kecil yang harus kita jaga. Mama-mama Papua adalah pahlawan pangan lokal. Kehadiran TNI harus memastikan semangat mereka tetap hidup dan hasil jerih payah mereka terbayar tuntas. Di situlah kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terwujud, ” pungkasnya, menegaskan esensi kemanunggalan TNI dan rakyat.
Di balik dinginnya kabut Sugapa, kisah para prajurit Yonif 500/Sikatan ini menjadi pengingat berharga bahwa kekuatan sejati TNI tidak hanya terukur dari senjata dan strategi, melainkan dari ketulusan hati untuk melayani. Di tanah Papua, keamanan yang hakiki justru lahir dari senyum tulus rakyat yang merasa dihargai dan diperjuangkan. (jurnalis.id)

Updates.