PUNCAK - Di tengah bentangan alam Distrik Beoga, Papua, sebuah inisiatif hangat bernama 'Rosita' atau Borong Hasil Tani digulirkan oleh Pos Julukoma dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732/Banau. Program ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan denyut nadi kepedulian TNI untuk membangkitkan perekonomian para petani lokal.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Sertu Karolus ini dilaksanakan di Kampung Julukoma, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu, (12/11/2025). Tujuannya jelas: mendongkrak kesejahteraan warga perbatasan melalui pemberdayaan sektor pertanian.
Personel Pos Julukoma tak segan turun langsung ke kebun-kebun warga, membeli hasil bumi dengan harga yang layak dan adil. Komoditas yang paling banyak diborong adalah sayur-sayuran segar yang menjadi andalan masyarakat setempat, seperti kangkung, sawi, dan ubi kayu, yang semuanya merupakan buah dari kerja keras para petani.

“Program Borong Hasil Tani atau Rosita ini bukan kegiatan yang insidental. Ini adalah komitmen kami untuk secara rutin membeli hasil panen warga Julukoma. Selain untuk memutar roda perekonomian, kegiatan ini juga memperkuat hubungan emosional antara prajurit TNI dengan masyarakat, ” ujar Danpos Julukoma, Lettu Inf Dismas.
Mama Waine, seorang tokoh masyarakat setempat, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengungkapkan betapa sulitnya selama ini para petani menjual hasil kebun mereka, seringkali terhalang jarak dan biaya transportasi yang tinggi.
“Selama ini kami sering kesulitan menjual hasil kebun. Harus jalan jauh dan biaya transportasi mahal. Dengan adanya Bapak-Bapak TNI dari Pos Julukoma yang datang langsung ke kami, sangat mempermudah kami. Harga yang diberikan juga adil. Kami sangat berterima kasih dan berharap kegiatan ini terus berlanjut, ” ujarnya.
(PERS)
