PUNCAK - Di tengah keterbatasan akses dan medan berat di pedalaman Papua, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau membuktikan komitmennya tak hanya pada pengamanan, tetapi juga mencerdaskan generasi penerus. Sebuah inisiatif menyentuh hati lahir di Kampung Dangbet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Sabtu (27/12/2025), ketika personel TNI membuka pintu "sekolah dadakan" untuk anak-anak setempat.
Kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka dengan fasilitas seadanya ini berfokus pada pengenalan literasi dasar. Dengan kesabaran yang tak terhingga, para prajurit membimbing anak-anak mulai dari merangkai huruf menjadi kata, mengenal angka, hingga mampu menuliskan nama mereka sendiri. Senyum ceria dan semangat membara terpancar dari wajah polos para peserta didik yang antusias menyerap ilmu baru.

Komandan Satgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabihi, S.H., menekankan betapa vitalnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan Papua. Ia melihat potensi luar biasa pada anak-anak Papua yang perlu diasah melalui literasi sebagai gerbang menuju wawasan yang lebih luas dan masa depan yang lebih cerah.
“Kami melihat potensi besar pada anak-anak Papua. Literasi adalah pintu awal untuk membuka wawasan dan masa depan mereka. Satgas hadir bukan hanya membawa senjata, tetapi juga membawa buku dan pena sebagai alat perjuangan melawan ketertinggalan, ” ujar Letkol Chabihi.
Letkol Chabihi menambahkan, kemampuan membaca dan menulis bukan sekadar keterampilan akademis, melainkan bekal penting untuk melindungi diri dari pengaruh negatif dan menumbuhkan kemandirian serta daya saing generasi muda Papua.
Inisiatif mulia ini disambut hangat oleh masyarakat Kampung Dangbet. Yohanes, seorang tokoh masyarakat setempat, tak kuasa menahan haru atas kepedulian Satgas Yonif 732/Banau. Ia mengungkapkan betapa berharganya bantuan ini bagi anak-anak di wilayah terpencil.
“Akses pendidikan di kampung kami sangat terbatas karena jarak dan medan. Kehadiran bapak-bapak TNI yang mau meluangkan waktu mengajar anak-anak kami membaca dan menulis sangat berarti. Ini bukan bantuan biasa, ini bekal masa depan bagi anak-anak kami, ” tuturnya.
Program bantuan tenaga pendidik ini merupakan wujud nyata dari pembinaan teritorial Satgas Yonif 732/Banau dengan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pengajaran literasi dasar ini, Satgas berupaya menanamkan harapan, memperkuat fondasi pengetahuan generasi muda Papua, sekaligus merekatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kepercayaan dan kepedulian yang tulus.

Ibrahim