PUNCAK - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 732/Banau menunjukkan kepedulian mendalam terhadap denyut nadi ekonomi masyarakat pedalaman Papua. Melalui inisiatif program Borong Hasil Tani (ROSITA), personel Satgas secara aktif membeli langsung produk pertanian dari warga Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Sabtu (27/12/2025). Aksi ini menjadi bukti nyata komitmen penguatan kesejahteraan petani lokal yang kerap kali menghadapi tantangan distribusi.
Berbagai komoditas hasil bumi, mulai dari aneka sayuran segar, buah-buahan manis, hingga umbi-umbian yang melimpah, diborong oleh personel Satgas dengan skema harga yang menguntungkan para petani. Langkah strategis ini tidak hanya diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian kampung, tetapi juga memberikan jaminan pasar yang sangat dibutuhkan di wilayah yang memiliki akses transportasi terbatas.

Komandan Satgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabihi, S.H., menekankan bahwa program ROSITA memiliki makna lebih dari sekadar transaksi jual beli. Ia melihatnya sebagai pilar penting dalam strategi pendekatan kesejahteraan untuk menjaga stabilitas wilayah.
“ROSITA adalah wujud kehadiran TNI sebagai solusi di tengah masyarakat. Ketika hasil kebun warga terserap dan kebutuhan ekonomi mereka terbantu, maka rasa aman dan kepercayaan akan tumbuh secara alami. Inilah esensi pengamanan wilayah dengan pendekatan humanis, ” tegas Letkol Chabihi di sela kegiatan.
Lebih lanjut, Komandan Satgas menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) non-fisik, yang memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan pondasi ekonomi masyarakat demi perdamaian jangka panjang.
Sambutan hangat dan penuh syukur datang dari masyarakat Kampung Julukoma. Teris, salah seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif yang digagas oleh Satgas Yonif 732/Banau.
“Selama ini kami kesulitan menjual hasil kebun karena jarak pasar jauh dan transportasi terbatas. Dengan adanya ROSITA, hasil kerja kami langsung dibeli dan dibayar. Ini sangat membantu kebutuhan keluarga dan membuat kami merasa diperhatikan, ” ujarnya.
Ia berharap program serupa dapat terus bergulir dan menjangkau kampung-kampung lain di kawasan Beoga, memberikan harapan dan manfaat yang lebih luas.
Melalui program ROSITA, Satgas Yonif 732/Banau mengukuhkan dedikasinya bahwa upaya menjaga keamanan tidak dapat dilepaskan dari pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat, serta berkontribusi pada terciptanya Papua yang aman, damai, dan berdaya secara ekonomi.
