PUNCAK - Kehadiran prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau di Kampung Ambobera, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (17/2/2026) bukan sekadar menjaga keamanan. Melalui program "Rosita" atau Borong Hasil Tani, mereka menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan masyarakat perbatasan. Aksi ini menjadi denyut nadi baru bagi perekonomian warga setempat.
Dipimpin Sertu Wael bersama sepuluh personel Pos Ambobera, kegiatan ini adalah manifestasi nyata pemberdayaan ekonomi. Para prajurit dengan sigap memborong berbagai hasil bumi warga, mulai dari sayuran segar, buah-buahan lokal yang manis, hingga ubi dan produk kebun lainnya. Antusiasme luar biasa terpancar dari para petani dan pedagang lokal; hasil jualan mereka ludes dalam sekejap, memberikan angin segar bagi pendapatan harian.

Komandan Pos Ambobera, Letda Inf Gaol, menegaskan esensi dari kegiatan ini. "Ini bukan hanya membeli hasil tani, tetapi bentuk dukungan nyata bagi perekonomian warga sekaligus mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat perbatasan. Dengan adanya pembelian pasti dari kami, daya beli masyarakat dan sirkulasi ekonomi lokal dapat terus bergerak, " terangnya.
Rasa haru dan syukur tak terbendung dari Mama Tania, salah satu warga yang hasil kebunnya diborong habis oleh para prajurit. "Saya sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Ambobera. Hasil kebun saya habis dibeli, sehingga uangnya bisa langsung dipakai untuk kebutuhan keluarga tanpa harus pergi jauh ke pasar, " tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui program "Rosita", Satgas Yonif 732/Banau membuktikan bahwa peran mereka melampaui penjagaan wilayah perbatasan. Mereka hadir sebagai penggerak kesejahteraan, membangun kemanunggalan yang kuat dengan rakyat melalui pendekatan humanis. Harapannya, inisiatif ini dapat memicu pertumbuhan ekonomi kampung yang berkelanjutan di wilayah perbatasan. (Wartamiliter.com)

Updates.