PUNCAK - Di tengah denyut kehidupan Kampung Ulipiah, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebuah program menyalakan harapan baru. Melalui inisiatif bertajuk “Papua Melek”, personel Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau hadir bukan sekadar menjaga garis batas negara, tetapi turut serta mencerdaskan anak bangsa. Pada Selasa (6/1/2026), Pos Wangbe menjadi saksi bisu semangat belajar warga yang selama ini terhalang keterbatasan akses pendidikan formal.
Serda Arly, seorang prajurit Satgas, memimpin langsung kegiatan pengajaran ini. Dengan kesabaran yang tak terhingga, ia membimbing anak-anak hingga orang dewasa memahami dasar-dasar membaca, menulis, mengenal huruf dan angka, serta berkomunikasi sederhana dalam Bahasa Indonesia. Suasana belajar yang terjalin di lingkungan kampung begitu cair dan humanis, menciptakan kedekatan emosional yang mendalam antara TNI dan masyarakat.

Kapten Inf Gery, Komandan Pos Wangbe, menekankan bahwa program “Papua Melek” adalah wujud nyata komitmen Satgas dalam mendukung pembangunan non-fisik di wilayah perbatasan. Ia menyatakan bahwa kehadiran TNI bukan hanya sebagai penjaga keamanan, melainkan juga sebagai sahabat dan pendamping masyarakat.
“Pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun masa depan Papua. Melalui Papua Melek, kami ingin menumbuhkan semangat belajar dan memberdayakan warga agar lebih percaya diri, ” ujar Kapten Gery.
Dampak positif program ini terasa langsung di hati para orang tua. Mama Nati, salah seorang warga Kampung Ulipiah, menyampaikan rasa syukurnya.
“Selama ini kami kesulitan mengajari anak-anak karena keterbatasan kami. Sekarang mereka jadi semangat belajar, sudah mulai mengenal huruf dan angka. Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI, ” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui program “Papua Melek”, Satgas Yonif 732/Banau kembali menegaskan peran krusial TNI sebagai mitra masyarakat dalam memajukan pendidikan, memperkuat literasi dasar, dan menanamkan benih masa depan yang lebih cerah bagi generasi Papua di tanah perbatasan.

Ibrahim