PUNCAK - Kesejahteraan masyarakat perbatasan di Papua Tengah kini mendapatkan dorongan nyata berkat inisiatif Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 732/Banau. Melalui program bertajuk ROSITA (Borong Hasil Tani), personel Pos Beoga aktif membeli hasil kebun warga Kampung Milawak, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Selasa (6/1/2026). Langkah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan logistik pos, tetapi yang terpenting, membuka akses pasar bagi para petani lokal.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari upaya Satgas dalam mendampingi kelompok tani setempat. Sejak awal, mereka telah memberikan pembinaan mulai dari teknik bercocok tanam hingga peningkatan kualitas produk. Kini, hasil panen berupa sayuran dan tanaman pangan menjadi bukti nyata kolaborasi yang membuahkan hasil, di mana TNI menjadi pembeli langsung yang memberikan kepastian harga dan menumbuhkan semangat bertani.

“ROSITA tidak berhenti pada pendampingan bertani, tetapi kami lanjutkan hingga pemasaran hasil. Dengan memborong hasil tani warga, kami menciptakan siklus ekonomi yang utuh. Inilah bentuk sinergi nyata antara TNI dan masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi di wilayah perbatasan, ” ujar Komandan Pos Beoga, Kapten Inf Budi.
Program ini disambut hangat oleh masyarakat. Ibu Yani, salah seorang petani dari Kampung Milawak, mengungkapkan rasa syukurnya. “Baru kali ini hasil kebun kami dibeli dengan harga yang pantas dan tanpa proses yang rumit. Uangnya bisa kami gunakan untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari. Program ROSITA benar-benar membantu kehidupan kami, ” tuturnya.
Melalui ROSITA, Satgas Yonif 732/Banau menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga berperan aktif sebagai mitra masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di tapal batas negara. (Wartamiliter)
