YAHUKIMO - Di tengah kehangatan dataran tinggi Papua Pegunungan, prajurit TNI Angkatan Laut dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tak sekadar hadir menjaga perbatasan, namun juga merajut kebersamaan melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang menyentuh hati. Di Kampung Keikey, Kabupaten Yahukimo, Jumat (16/1/2026), interaksi humanis antara personel marinir dan warga menjadi jangkar kuat untuk mempertebal rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan.
Kegiatan yang dikemas sederhana namun sarat makna ini memungkinkan para prajurit berbaur langsung, mendengarkan denyut nadi kehidupan warga. Dialog dari hati ke hati menjadi jembatan untuk memahami aspirasi masyarakat, mulai dari keseharian mereka, dinamika keamanan lingkungan, hingga harapan untuk masa depan kampung halaman. Suasana akrab yang tercipta mencerminkan sinergi harmonis antara garda terdepan bangsa dan masyarakat yang mereka lindungi.

“Kami merasa lebih aman dan tenang dengan kehadiran bapak-bapak Marinir. Kegiatan seperti ini membuat masyarakat merasa diperhatikan dan tidak sendirian. Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga, ” ujar Patius (56), seorang tokoh masyarakat Kampung Keikey, yang turut mengapresiasi dampak positif kehadiran prajurit.
Komandan Satgas, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan peran vital komunikasi sosial dalam misi pengamanan wilayah perbatasan. Ia menekankan bahwa kehadiran prajurit melampaui sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan juga membangun fondasi kepercayaan dan persaudaraan yang kokoh.
“Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kebersamaan. Saya menekankan kepada seluruh prajurit agar selalu mengedepankan sikap humanis, profesional, serta mematuhi prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, ” tegasnya.
Melalui sentuhan komsos yang berkelanjutan, Satgas Yonif 5 Marinir berkomitmen untuk terus menebar rasa aman, mempererat tali persaudaraan, serta berkontribusi pada terciptanya situasi yang kondusif di wilayah penugasan, khususnya di Kabupaten Yahukimo. Ini adalah bukti nyata bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga, tetapi juga sebagai pengayom yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat di tanah Papua. (Wartamiliter)
