PAINAI - Di tengah bentangan alam Papua Tengah yang memukau, sebuah inisiatif menyentuh hati tengah bergulir. Prajurit TNI Angkatan Laut dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Batalyon Infanteri 4 Marinir (Yonif 4 Marinir) tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai garda terdepan penggerak ekonomi kerakyatan. Pada Jumat, (20/2/2026), mereka menggelar program pembelian hasil tani langsung dari petani di Distrik Obano, Kabupaten Paniai.
Langkah ini menjadi bukti nyata pembinaan teritorial terbatas yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Lebih dari sekadar pengamanan perbatasan, prajurit Marinir secara aktif membeli berbagai hasil bumi segar, mulai dari sayuran hijau yang melimpah hingga buah-buahan manis dan komoditas unggulan lainnya langsung dari tangan para petani. Ini adalah cara mereka merajut kebersamaan dan memberikan harapan.
Program ini dirancang secara cermat untuk menciptakan jalur distribusi yang lebih singkat dan efisien. Dengan memangkas rantai tengkulak, para petani di Distrik Obano kini mendapatkan kepastian pendapatan yang lebih baik, membuka senyum lebar di setiap keluarga. Ini bukan sekadar transaksi, melainkan jembatan menuju kemandirian ekonomi.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menegaskan komitmen mendalam TNI AL dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua. Beliau mengutarakan bahwa kegiatan ini jauh melampaui sekadar jual beli biasa.
"Program borong hasil tani ini bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi bentuk nyata kepedulian kami untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin kehadiran prajurit tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang langsung dirasakan warga, " ujar Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, Jumat (20/2/2026).
Inisiatif ini selaras dengan visi pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dan mendorong geliat ekonomi kerakyatan di wilayah-wilayah terpencil, khususnya di jantung Papua Tengah. Pendekatan humanis melalui kegiatan ekonomi produktif ini diyakini semakin mempererat tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat.
Seorang petani di Distrik Obano, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia bercerita dengan mata berbinar.
"Hasil kebun kami bisa langsung dibeli tanpa harus menunggu lama atau menjual dengan harga rendah. Ini sangat membantu kebutuhan keluarga, " tuturnya, memegang erat hasil panennya.
Melalui program berkelanjutan ini, Satgas Yonif 4 Marinir bertekad untuk mewujudkan sinergi harmonis antara stabilitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Fondasi kuat ini diharapkan mampu menjaga keamanan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tanah Papua Tengah.
