YAHUKIMO - Di tengah denyut kehidupan masyarakat pedalaman Papua, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tak hanya hadir menjaga perbatasan, tetapi juga merajut kebersamaan melalui sentuhan kemanusiaan yang menyentuh jantung ekonomi warga. Pada Minggu, (15/2/2026), momen sederhana di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, menjadi saksi bisu kepedulian nyata.
Sorot mata penuh harap terpancar dari para mama Papua yang datang menghampiri pos TNI, menjinjing sayuran segar dan umbi-umbian hasil kebun mereka. Sambutan hangat dan senyum ramah dari para prajurit Marinir seketika memecah keheningan. Obrolan ringan mengalir, disusul transaksi tunai yang langsung memperkuat harapan mereka.

Langkah yang terkesan kecil ini sesungguhnya memiliki dampak luar biasa. Bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan para prajurit, pembelian langsung hasil bumi ini menjadi stimulan vital bagi perputaran roda ekonomi warga di wilayah terpencil Papua. Tanpa perlu menanti lama di pasar yang mungkin jauh dan sulit dijangkau, para petani kini mendapatkan kepastian pendapatan.
Lebih dari itu, efisiensi distribusi bahan pangan pun turut terjaga, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kedekatan emosional antara abdi negara dan masyarakat sekitar. Pengalaman ini, bagi saya pribadi, mengingatkan betapa kekuatan sebuah interaksi tulus bisa menggerakkan banyak hal.
Tindakan humanis ini mendapat apresiasi tinggi dari Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto.
"Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan serta mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, " ujar Letkol Marinir T. Pristiyanto.
Kehadiran Marinir melalui aktivitas keseharian yang sarat makna ini diharapkan dapat terus memupuk kebersamaan, menciptakan rasa aman yang mendalam, serta menjadi katalisator bagi kemandirian ekonomi masyarakat di Dekai dan seluruh penjuru Papua.
