Rosita Hangatkan Intan Jaya: Prajurit TNI Borong Hasil Kebun, Mama Papua Tersenyum

    Rosita Hangatkan Intan Jaya: Prajurit TNI Borong Hasil Kebun, Mama Papua Tersenyum

    INTAN JAYA - Di tengah dinginnya kabut pagi yang menyelimuti Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah kehangatan tak terduga menyelimuti Jalan Poros Sugapa–Beoga. Para prajurit dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan tak hanya berjaga, namun juga sigap membantu para mama Papua mengangkat noken dan karung berisi hasil kebun segar di titik-titik yang biasa mereka lalui menuju Pasar Yokatapa. Senin (24/11/2025).

    Gerakan sederhana bertajuk “Rosita Borong Hasil Petani” ini digulirkan serentak oleh seluruh Titik Kuat (TK) Satgas Sikatan. Lebih dari sekadar membantu angkut, para prajurit juga membeli langsung hasil panen tersebut. Tujuannya jelas: memastikan para mama Papua pulang dengan hati gembira dan kepastian ekonomi, bukan kekhawatiran.

    Program ini menjadi jembatan emosional yang mempererat hubungan kemanusiaan antara TNI dan masyarakat Intan Jaya. Sebuah sentuhan humanis yang menumbuhkan harapan di tengah perjuangan hidup di pegunungan Papua.

    Wakil Komandan Satgas Yonif 500/Sikatan, Mayor Inf. Redo Rahardiansyah Effendy, S.S.T.Han., S.I.P., menjelaskan bahwa Rosita lahir dari kepedulian mendalam dan sebagai kado istimewa menyambut HUT ke-80 Yonif 500/Sikatan.

    “Rosita menjadi simbol kehadiran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun bersama rakyat. Melalui cara sederhana ini, kami ingin memotivasi mama-mama Papua agar tetap semangat berkebun dan berjualan, karena merekalah tulang punggung ekonomi keluarga, ” ujar Mayor Redo.

    Sayur gedi, ubi, keladi, hingga daun singkong dibeli langsung oleh para prajurit. Ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah ruang dialog, sapaan hangat, dan penguatan psikologis yang sangat berharga bagi para mama Papua.

    Mama Kristina dari Kampung Titigi, salah satu penerima manfaat, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

    “TNI bantu kita setiap hari pasar. Senang sekali, sayuran habis sebelum sampai pasar, ” ungkap Mama Kristina, sambil merapikan noken yang menggendong buah hatinya.

    Ungkapan sederhana ini menjadi gambaran nyata betapa berartinya kehadiran para prajurit bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

    Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, mengapresiasi keberhasilan Rosita di lapangan.

    “Program pemberdayaan seperti Rosita adalah kunci keberhasilan pembinaan teritorial di Papua. Ketika ekonomi rakyat bergerak dan TNI hadir sebagai fasilitator, ikatan emosional antara prajurit dan masyarakat menjadi tidak terpisahkan, ” tegas Mayjen Lucky.

    Ia menambahkan bahwa tugas TNI di Papua adalah menyeimbangkan aspek keamanan dan kemanusiaan—hadir, mendengar, dan membantu.

    “Prajurit bukan hanya mengangkat sayuran, tetapi juga harapan rakyat. Inilah tugas mulia menjaga sekaligus memeluk masyarakat Papua dalam bingkai NKRI, ” lanjutnya.

    Pemandangan di Intan Jaya ini membuktikan bahwa kehadiran TNI lebih dari sekadar pengaman wilayah, melainkan sebagai sahabat dan saudara bagi masyarakat Papua. Di tengah dinginnya kabut pegunungan, hubungan ini tumbuh hangat, dipupuk oleh ketulusan, gotong royong, dan kepedulian tanpa syarat.

    (Wartamiliter)

    rositasikatan intanjayabangkit tniuntukrakyat sikatanpeduli mamapapua papuamaju
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    TNI Banteng Raiders dan Warga Dal: Persaudaraan...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 500/Sikatan Tebar Kemanusiaan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami