Ibadah Jadi Jembatan Hati: Satgas Yonif 732/Banau Pererat Persaudaraan di Kampung Julukoma

    Ibadah Jadi Jembatan Hati: Satgas Yonif 732/Banau Pererat Persaudaraan di Kampung Julukoma

    PUNCAK - Suara kidung rohani bergema lembut dari Gereja Kampung Julukoma, Distrik Beoga, ketika puluhan prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732/Banau Pos Julukoma duduk bersisian dengan warga untuk mengikuti Ibadah Minggu bersama, Minggu (2/11/2025).

    Momen sederhana itu menghadirkan suasana haru dan keakraban menggambarkan wajah TNI yang humanis, menyatu tanpa sekat dengan masyarakat di wilayah pegunungan Papua Tengah.

    Ibadah Minggu kali ini dipimpin oleh Sertu Jais dan diikuti penuh semangat oleh seluruh personel Pos Julukoma bersama jemaat setempat. Tidak ada jarak antara seragam loreng dan pakaian adat semua bersatu dalam doa dan pujian.

    Kehadiran prajurit di rumah ibadah bukan semata rutinitas, melainkan bentuk pendekatan spiritual yang menjadi bagian penting dari pembinaan teritorial di wilayah rawan konflik.

    Danpos Julukoma, Lettu Inf Dismas, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan Satgas.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjaga hati dan pikiran masyarakat, ” ujar Lettu Dismas.

    “Dengan beribadah bersama, kami memperkuat ikatan batin antara prajurit dan warga. Kami adalah saudara dalam iman dan kebersamaan. Inilah wujud nyata TNI hadir dengan hati.”

    Senyum merekah di wajah jemaat usai kebaktian. Beberapa anak tampak bermain di halaman gereja sambil menyapa para prajurit yang masih bercengkerama dengan warga.

    Bagi masyarakat Julukoma, kebersamaan ini membawa arti mendalam. Simon (27), salah satu pemuda kampung, mengaku tersentuh dengan sikap ramah dan kepedulian personel Satgas.

    “Kami sangat senang dan bersyukur Bapak-bapak TNI mau datang beribadah bersama kami, ” ucap Simon penuh semangat.

    “Kehadiran mereka membuat kami merasa aman, dihargai, dan seperti satu keluarga besar. Ini bukti kalau TNI benar-benar untuk rakyat.”

    Bagi Satgas Yonif 732/Banau, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari program “TNI Hadir di Tengah Rakyat” yang menekankan interaksi sosial, spiritual, dan kemanusiaan. Melalui langkah kecil seperti ibadah bersama, prajurit TNI menanamkan pesan besar kedamaian, persaudaraan, dan kepercayaan di wilayah perbatasan Papua.

    “Keharmonisan dan kedamaian tidak hanya dibangun dengan senjata, tetapi juga dengan hati, ” tutup Lettu Dismas.

    Dari Kampung Julukoma yang tenang di pegunungan Beoga, gema doa dan persaudaraan itu menjadi tanda bahwa TNI dan rakyat adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan bersama menjaga Indonesia dari ujung timur.

    (Umlkh 27/AG)

    tnimanunggalrakyat yonif732banau papuatengah satgashumanis tniuntukrakyat damaidiperbatasan marendengrakyat tnihadirdenganhati
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 732/Banau Bangun Jembatan Harapan:...

    Artikel Berikutnya

    Kasih di Tengah Kabut Pegunungan: Satgas...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami