INTAN JAYA - Ketenangan dan keharmonisan di Sugapa, Intan Jaya, kini semakin kokoh berkat pendekatan humanis yang digagas oleh Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 500/Sikatan. Alih-alih mengandalkan kekuatan senjata semata, para prajurit ini memilih dialog dan kearifan lokal sebagai senjata pamungkas untuk merajut perdamaian. Strategi ini terbukti ampuh merangkul hati masyarakat dan memperkuat fondasi kepercayaan.
Puncak dari upaya persaudaraan ini terlihat jelas dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar di Titik Kuat (TK) Mamba, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, pada Rabu (7/1/2026). Di bawah kepemimpinan Serda Ikbal dari Bakes Satgas, sepuluh personel TNI berbaur hangat dengan tokoh masyarakat Kampung Puyagiya, Petrus Ulau. Suasana kekeluargaan membentang, menandakan terbukanya ruang dialog yang tulus.
Dalam perbincangan yang mengalir penuh makna, Serda Ikbal menekankan betapa pentingnya komunikasi yang transparan sebagai pilar utama dalam menjaga ketenteraman warga. Ia meyakini, setiap persoalan sosial akan lebih mudah menemukan titik terang jika diselesaikan melalui jalur adat yang telah mengakar kuat, tentu saja dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
"Kami mengajak para tokoh masyarakat untuk menjadikan komunikasi sebagai jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan. Mediasi adat dan koordinasi dengan pemerintah daerah adalah kunci agar situasi keamanan dan keharmonisan sosial di Sugapa tetap terjaga, " ujar Serda Ikbal.
Lebih jauh, Serda Ikbal menegaskan bahwa kehadiran Satgas Yonif 500/Sikatan bukan sekadar menjalankan misi pengamanan wilayah, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat Papua.
"Kami hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi sebagai sahabat masyarakat yang siap mendengar, merangkul, dan membantu menciptakan suasana damai, " tambahnya.
Senada dengan itu, Petrus Ulau, seorang tokoh masyarakat dari Kampung Puyagiya, tak bisa menyembunyikan apresiasinya terhadap pendekatan persuasif yang ditunjukkan oleh Satgas. Baginya, dialog langsung dengan aparat TNI adalah jembatan emas untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus mempererat tali persaudaraan antara masyarakat adat dan negara.
"Kami merasa dihargai karena diajak berbicara secara langsung. Cara seperti ini membuat masyarakat tenang dan percaya bahwa TNI benar-benar hadir untuk menjaga kedamaian, " ungkap Petrus.
Kegiatan Komsos ini berjalan lancar tanpa cela, menjadi bukti nyata terjalinnya hubungan yang harmonis antara Satgas dan masyarakat Sugapa. Dengan terus merangkul nilai-nilai adat dan membuka ruang dialog, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 500/Sikatan tak henti-hentinya mengukuhkan komitmennya sebagai garda terdepan pelindung masyarakat, sekaligus mitra setulus hati dalam mewujudkan Sugapa yang aman, damai, dan sejahtera bagi semua. (Wartamiliter)
