YAHUKIMO - Di tengah kehangatan matahari Papua Pegunungan, sebuah pemandangan tak biasa tersaji di Kampung Tomon, Kabupaten Yahukimo. Prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tak hanya hadir menjaga keamanan, namun juga menyentuh hati warga dengan aksi nyata yang membangkitkan senyum. Mereka memborong hasil tani Mama Papua, sebuah gestur sederhana yang sarat makna bagi perekonomian masyarakat pedalaman.
Rabu (7/1/2026) menjadi hari yang membahagiakan bagi para petani tradisional di Kampung Tomon. Buah-buahan segar, hasil bumi melimpah, tak lagi hanya sekadar dipandang. Para prajurit Marinir dengan ramah berbaur, membeli langsung dagangan para Mama Papua. Sorak-sorai dan tawa riang menggema, menggantikan kekhawatiran akan nasib hasil panen. Terlihat jelas kelegaan dan rasa syukur di wajah Mama Papua saat hasil kerja keras mereka laris manis.

Aktivitas yang terlihat lumrah ini sejatinya merupakan bagian dari strategi pendekatan humanis yang digalakkan Satgas Pamtas Mobile Yonif 5 Marinir. Lebih dari sekadar pengamanan wilayah perbatasan, mereka berupaya membangun kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat, membuktikan bahwa negara hadir bukan hanya dalam bentuk penjagaan, tetapi juga kepedulian.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan esensi dari kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran prajurit di tanah Papua memiliki tujuan ganda: menjaga kedaulatan negara sekaligus memastikan rakyat merasakan manfaat konkret dari kehadiran institusi pertahanan.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian nyata prajurit Marinir terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya Mama Papua. Kami ingin masyarakat merasa aman, dihargai, dan didampingi dalam kehidupan sehari-hari, ” ujar Letkol Marinir Pristiyanto.
Beliau turut mengapresiasi profesionalisme dan sikap humanis yang senantiasa ditunjukkan oleh anak buahnya dalam menjalankan tugas di wilayah Yahukimo. Komitmen ini, menurutnya, harus terus dijaga demi terciptanya hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.
“Saya menekankan kepada seluruh prajurit agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan menjalankan setiap tugas sesuai prosedur operasional, tanpa meninggalkan pendekatan persuasif kepada masyarakat, ” tambahnya.
Melalui aksi sederhana namun sarat makna ini, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir tak hanya membeli hasil bumi, tetapi juga memanen kepercayaan dan mempererat tali persaudaraan. Mereka membuktikan diri sebagai pelindung sekaligus sahabat yang senantiasa hadir untuk mendorong terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera. (Wartamiliter)
