MAMUGU - Senyum merekah di wajah anak-anak SD Rimba YPPK Yan Smit Mumugu 2. Pagi itu, halaman sekolah mereka dipenuhi tawa riang menyambut kedatangan puluhan prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku. Bukan hanya kehadiran, namun bekal makanan bergizi yang mereka bawa menjadi pemandangan tak biasa yang menghangatkan suasana.
Program bernama “Masariku Peduli Gizi” ini adalah wujud nyata kepedulian TNI untuk meningkatkan kesehatan dan memastikan anak-anak di wilayah terpencil Papua mendapatkan asupan nutrisi yang memadai. Sejak fajar menyingsing, para prajurit bahu-membahu bersama guru menyiapkan hidangan lezat nan bergizi: sayuran segar, sumber protein hewani, telur rebus, hingga buah-buahan segar.
Kegembiraan anak-anak semakin membuncah saat mereka tak hanya disuguhi makanan sehat, tetapi juga diajak belajar. Melalui permainan interaktif, mereka diajari pentingnya kebersihan diri, teknik mencuci tangan yang benar, serta manfaat makan teratur bagi tumbuh kembang mereka. Semangat belajar terpancar jelas dari wajah polos mereka.
Komandan Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menyampaikan bahwa inisiatif ini lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ini adalah bentuk investasi TNI untuk masa depan Papua.
“Kami ingin memastikan anak-anak di pedalaman ini mendapatkan gizi yang layak. Dengan tubuh yang sehat dan energi yang cukup, mereka akan lebih bersemangat dalam belajar dan kelak tumbuh menjadi generasi kuat yang mampu membangun Papua, ” ujar Letkol Julius. Sabtu (15/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pemenuhan gizi anak adalah pondasi krusial dalam upaya membangun sumber daya manusia unggul di daerah terpencil.
Bapak Yosep Wanimbo, seorang guru senior di SD Rimba YPPK Yan Smit Mumugu 2, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas program ini. Ia mengakui, kepedulian Satgas ini membawa dampak positif yang signifikan bagi proses belajar mengajar.
“Jujur saja, banyak anak yang datang ke sekolah tanpa sarapan. Mereka tetap hadir, tetapi konsentrasi mereka jelas menurun. Kehadiran prajurit Masariku ini membawa perubahan besar. Anak-anak jadi lebih ceria dan bersemangat mengikuti pelajaran, ” ungkap Yosep.
Ia juga merasakan adanya kedekatan yang semakin erat antara pihak sekolah dan TNI berkat program-program humanis yang begitu menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Program “Masariku Peduli Gizi” ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang kian mempererat kepercayaan masyarakat terhadap TNI. Di kampung-kampung pedalaman seperti Mumugu, kehadiran prajurit kini tak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari komunitas yang berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya.
Acara yang diwarnai gelak tawa dan kehangatan ini meninggalkan pesan mendalam: kepedulian adalah energi yang mampu membangkitkan semangat generasi muda Papua. Dengan gizi yang lebih baik, anak-anak Mumugu kini memiliki bekal lebih untuk melangkah mantap menggapai cita-cita masa depan yang lebih cerah.
(jurnalis)
