TNI Banteng Raiders dan Warga Dal: Persaudaraan Hangat di Nduga

    TNI Banteng Raiders dan Warga Dal: Persaudaraan Hangat di Nduga

    NDUGA - Di tengah lanskap Nduga yang menantang, Kampung Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Senin (24/11/2025) dirajut kehangatan persaudaraan. Prajurit Satgas Yonif 400/Banteng Raiders dari Pos Dal tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga merajut ikatan emosional yang mendalam dengan warga melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos). Suasana akrab terasa saat anggota TNI berbaur, mendengarkan cerita, mencatat kebutuhan, dan meninjau langsung kondisi fasilitas umum yang memerlukan sentuhan perbaikan.

    Danpos Dal, Letda Inf Prapdi S., menegaskan esensi kegiatan ini. “Melalui komsos, kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat dalam membangun kampung ini, ” ujarnya. Pendekatan humanis ini menjadi denyut nadi pengabdian TNI di Papua, di mana kepercayaan dan saling menguatkan antara prajurit dan masyarakat menjadi kunci terjalinnya keamanan dan pembangunan.

    Keringat yang bercampur tawa saat prajurit dan warga bahu membahu membersihkan lingkungan dan memperbaiki fasilitas umum menjadi saksi bisu lambang persatuan yang tak terpisahkan. Kebersamaan itu terasa begitu nyata, menciptakan ikatan yang melampaui sekadar tugas militer.

    Sambutan hangat tak henti mengalir dari warga. Silas Gwijangge, Tokoh Pemuda Dal, mengungkapkan rasa harunya atas perhatian yang diberikan Satgas Banteng Raiders. “Kami sangat berterima kasih. Kehadiran TNI itu seperti keluarga sendiri yang datang membantu membangun rumah kami. Kehangatan itu benar-benar kami rasakan, ” tuturnya. Bagi Silas, kehadiran mereka bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan juga penanaman rasa aman dan harapan baru bagi generasi muda di Dal.

    Puncak keakraban terpancar saat hidangan sederhana tersaji, disantap bersama tanpa sekat. Tawa kecil yang terdengar di sela obrolan menjadi bukti kuatnya jalinan emosional yang telah terbentang.

    Dari tempat terpisah, Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menggarisbawahi peran krusial komsos. “Komunikasi sosial secara inklusif adalah jantung dari pembangunan di Papua. Prajurit harus mampu menciptakan rasa aman, rasa nyaman, dan menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat, ” tegas Mayjen Lucky. Ia menambahkan bahwa setiap langkah humanis, sekecil apa pun, merupakan fondasi bagi kedamaian sejati di tanah Papua.

    Kisah di Kampung Dal ini menjadi penanda babak baru persaudaraan di tanah Nduga. Langkah humanis Satgas Yonif 400/Banteng Raiders membuktikan bahwa kedamaian dan pembangunan lahir dari hubungan tulus antara TNI dan rakyat, menjadi cahaya harapan di tengah pegunungan yang sunyi, bahwa Papua dapat melangkah maju ketika tangan-tangan kuat dan hati tulus bersatu.

    (Wartamiliter)

    bantengraiders tniuntukrakyat papuapegunungan bantengraiders komsostni tniuntukrakyat ndugadamai kemanunggalantnirakyat papuapegunungan komsostni ndugadamai kemanunggalantnirakyat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Doa Lintas Batas: Prajurit Banau dan Warga...

    Artikel Berikutnya

    Rosita Hangatkan Intan Jaya: Prajurit TNI...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami