LANNY JAYA - Di tengah kehangatan alam pedalaman Papua, tepatnya di Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, prajurit Satgas Yonif 408/Sbh memilih duduk bersila bersama warga. Tujuannya sederhana namun mendalam: membangun jembatan emosional dan memperkuat rasa aman yang berlandaskan kepercayaan di hati masyarakat setempat. Pertemuan tak formal ini, yang digelar pada Selasa (10/2/2026), membuktikan bahwa kedekatan hati lebih ampuh dari sekadar kehadiran fisik.
Di lapangan terbuka yang berlatar pegunungan, suara tawa anak-anak berbaur dengan cerita para mama Papua. Para prajurit dengan tulus mendengarkan setiap harapan dan keluh kesah, menciptakan suasana kekeluargaan yang menyentuh. Pendekatan humanis ini bukan hanya tentang menjaga wilayah, melainkan merawat akar persaudaraan.
“Kami percaya keamanan tidak hanya dijaga dengan senjata, tetapi dengan hati. Dengan duduk bersama seperti ini, kami ingin masyarakat tahu bahwa kami hadir untuk melindungi, mendengarkan, dan merangkul. Kedamaian akan lahir ketika kepercayaan tumbuh, ” ujar Danpos Andugume, Kapten Infanteri Nur Ikhsan.
Kehadiran para tentara yang membaur tanpa sekat formalitas itu ternyata meninggalkan kesan mendalam. Air mata haru tak terbendung saat seorang mama Papua mengungkapkan perasaannya.
“Kami terharu karena bapak-bapak TNI mau duduk bersama kami di lapangan, mendengar cerita kami, dan dekat dengan anak-anak. Kami merasa aman dan dihargai. Kehadiran TNI membuat hati kami tenang, ” tuturnya, matanya berkaca-kaca.
Kegiatan komunikasi sosial ini merupakan wujud nyata dari Satgas Yonif 408/Sbh untuk terus merawat persaudaraan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah pedalaman Papua. Melalui interaksi yang sederhana namun sarat makna, diharapkan senyum anak-anak Papua akan terus merekah dan harapan akan kehidupan yang damai senantiasa terjaga.
