PUNCAK - Senyum lega merekah di wajah warga Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Rabu (14/1/2026). Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau, melalui Pos Julukoma, kembali membuktikan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat pedalaman dengan menggelar pelayanan kesehatan gratis bertajuk Pastor (Pelayanan Kesehatan Terpadu).
Tim kesehatan Pos Julukoma, yang dipimpin Kopda Eko, bekerja tanpa lelah memberikan berbagai layanan medis dasar. Dengan perlengkapan medis lapangan yang memadai, personel Satgas dengan sigap melakukan pemeriksaan tekanan darah, menangani luka ringan, membagikan vitamin, serta memberikan obat-obatan secara cuma-cuma. Kehadiran mereka disambut antusias oleh warga sejak pagi hari.
Kegiatan ini menjadi oase di tengah keterbatasan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Jarak yang jauh dan kondisi geografis wilayah yang menantang seringkali menjadi kendala bagi warga untuk mendapatkan pelayanan medis yang memadai.

“Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Pelayanan kesehatan ini merupakan komitmen kami untuk terus mendekatkan diri dan memberikan manfaat langsung bagi warga Kampung Julukoma, ” ujar Lettu Inf Dismas, Komandan Pos Julukoma. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan gratis ini adalah wujud nyata peran kemanusiaan TNI di wilayah perbatasan.
Mama Keni, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Julukoma, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pelayanan kesehatan ini. Banyak warga yang kesulitan pergi ke puskesmas karena jaraknya jauh. Bantuan dari bapak-bapak TNI sangat membantu, terutama bagi orang tua dan anak-anak, ” ungkapnya penuh rasa terima kasih.
Melalui program Sahabat Banau dan kegiatan pelayanan kesehatan gratis ini, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan solusi atas kebutuhan dasar masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini turut memperkuat jalinan hubungan kemanusiaan yang erat dengan warga pedalaman Papua Tengah.
