PUNCAK - Di tengah bentangan alam Papua Tengah yang menawan, sebuah momen kebersamaan terjalin erat. Prajurit TNI dari Pos Jenggeren, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau, tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai saudara dalam kegiatan spiritual masyarakat Kampung Mamere, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Pada Minggu (11/1/2026) lalu, suasana khidmat menyelimuti ibadah yang mereka gelar bersama.
Kegiatan ibadah ini berlangsung sederhana namun sarat makna. Personel TNI dan warga Mamere duduk berdampingan, khusyuk mengikuti setiap rangkaian ibadah yang dipimpin oleh Serda Jimmy. Kehangatan dan rasa saling menghormati terpancar jelas, menegaskan toleransi dan ikatan persaudaraan yang telah terjalin kuat antara aparat keamanan dan masyarakat setempat.

Kapten Inf Tanamal, Komandan Pos Jenggeren, mengungkapkan bahwa ibadah bersama ini merupakan wujud nyata dari pendekatan humanis Satgas. "Ibadah Minggu bersama ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun rasa kebersamaan. Kami ingin kehadiran Satgas benar-benar dirasakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman, " ujarnya.
Ia menambahkan bahwa membangun hubungan emosional yang kuat adalah kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif, terutama di wilayah seperti Distrik Beoga yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tersendiri. Kehadiran TNI di sini bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan warga.
Lagois, salah seorang tokoh warga Kampung Mamere, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. "Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Jenggeren. Mereka selalu hadir bersama kami, bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut beribadah. Itu membuat kami merasa lebih aman dan tidak sendirian, " ungkapnya dengan tulus.
Melalui ibadah yang penuh kekeluargaan ini, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau menegaskan komitmen mereka untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar menjaga wilayah, mereka berupaya menguatkan nilai-nilai iman, persaudaraan, dan kemanusiaan yang menjadi perekat keharmonisan di Tanah Papua. (Wartamiliter)

Riansyah