Satgas Yonif 732/Banau: Toleransi dari Pedalaman, Gereja Ambobera Direnovasi

    Satgas Yonif 732/Banau: Toleransi dari Pedalaman, Gereja Ambobera Direnovasi

    PUNCAK-;Di tengah kehangatan matahari terbit di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebuah sinyal kuat tentang persatuan dan toleransi digaungkan oleh Satgas Yonif 732/Banau. Pada Senin (29/12/2025), para prajurit TNI tak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga merangkul erat masyarakat melalui kegiatan karya bakti renovasi Gereja di Kampung Ambobera. Tindakan ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan sebuah narasi nyata tentang kepedulian mendalam terhadap kehidupan spiritual dan sosial warga.

    Senyum merekah terlihat di wajah para personel Satgas saat mereka bergotong royong, bahu-membahu memperbaiki setiap sudut gereja yang termakan usia, sebelum mempercantiknya dengan sapuan cat baru. Tujuannya jelas: mengembalikan kenyamanan dan kelayakan rumah ibadah bagi para jemaat yang setia.

    Komandan Satgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabihi, S.H., dengan tegas menyatakan esensi dari kegiatan ini. Keterlibatan TNI dalam merenovasi rumah ibadah, tanpa memandang agama atau keyakinan, adalah manifestasi tulus dari pengabdian kepada seluruh rakyat Indonesia.

    “Membantu perbaikan rumah ibadah adalah wujud nyata kehadiran TNI untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat persatuan dan kerukunan. Gereja ini adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat Ambobera, dan sudah menjadi tanggung jawab kami untuk ikut menjaga serta merawatnya, ” ujar Letkol Chabihi.

    Beliau berharap, bangunan gereja yang kini kembali megah dapat menjadi saksi bisu tumbuhnya nilai-nilai kedamaian dan persaudaraan di hati setiap warga Ambobera.

    Ungkapan haru dan syukur tak terbendung dari Stefanus, perwakilan jemaat Gereja Kampung Ambobera. Ia menceritakan betapa lama gereja ini mendambakan sentuhan perbaikan, namun terhalang oleh keterbatasan.

    “Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka bapak-bapak TNI mau membantu gereja kami. Sudah lama bangunan ini membutuhkan perbaikan, tapi keterbatasan dana dan tenaga menjadi kendala. Kehadiran Satgas seperti jawaban doa kami. Ini bukan hanya soal renovasi, tetapi tentang perhatian dan rasa hormat. Kami benar-benar merasakan makna persaudaraan, ” tuturnya.

    Lebih dari sekadar renovasi fisik, karya bakti ini merupakan bagian integral dari program pembinaan teritorial Satgas Yonif 732/Banau. Tujuannya adalah untuk mempererat ikatan emosional dengan masyarakat dan memelihara keharmonisan di wilayah yang dipercayakan kepada mereka. Melalui langkah sederhana namun sarat makna ini, TNI kembali menegaskan perannya sebagai perekat bangsa, terutama di jantung pedalaman Papua yang penuh keragaman.

    (Wartamiliter)

    sahabatbanau yonif732banau tniuntukrakyat toleransiberagama karyabaktitni papuatengah
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 732/Banau Jangkau Kesehatan...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Banau Borong Hasil Tani, Dongkrak...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Banau Perkuat Harmoni Perbatasan Lewat Karya Bakti Gereja
    Satgas Banau Borong Hasil Tani, Perkuat Ekonomi Warga Beoga
    Marinir Bawa Harapan Kesehatan ke Pedalaman Papua
    TNI Hadir di Papua: Pelayanan Sosial Satgas Yonif 500/Sikatan di Mamba
    Senyum Anak Engganengga Merebak Berkat Satgas Yonif 113/JS

    Ikuti Kami