Satgas Yonif 732/Banau Tingkatkan Literasi dan Persatuan di Papua Lewat "Papua Melek"

    Satgas Yonif 732/Banau Tingkatkan Literasi dan Persatuan di Papua Lewat "Papua Melek"

    PUNCAK - Di tengah kehangatan matahari Papua, di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, sebuah inisiatif mulia tengah bersemi. Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau, melalui Pos Julukoma, tak hanya hadir menjaga kedaulatan, namun juga merajut asa melalui program "Papua Melek". Sabtu, (3/1/2026), menjadi saksi bisu semangat belajar anak-anak yang antusias menyambut pembelajaran bahasa Indonesia dan keterampilan menulis.

    Dipimpin langsung oleh Serda Sauhoka, para prajurit TNI menjelma menjadi pendidik sukarela, membekali generasi muda Papua dengan dasar-dasar literasi. Pengenalan huruf, merangkai kata menjadi kalimat sederhana, hingga percakapan dasar dalam bahasa persatuan diajarkan dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, menciptakan tawa riang di antara para peserta.

    Lettu Inf Diamas, Komandan Pos Julukoma, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pondasi masa depan. Ia melihat program ini sebagai investasi jangka panjang, terutama bagi anak-anak di wilayah perbatasan yang kerap menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal. Baginya, Bahasa Indonesia bukan sekadar bahasa, melainkan jembatan yang menghubungkan dan memperkuat rasa persatuan bangsa.

    "Bahasa Indonesia adalah jembatan persatuan. Dengan kemampuan membaca dan menulis, anak-anak di Julukoma memiliki bekal untuk melanjutkan pendidikan dan membuka wawasan mereka. Kehadiran kami tidak hanya untuk menjaga perbatasan negara, tetapi juga ikut menyiapkan masa depan generasi penerus bangsa, " ujar Lettu Diamas.

    Sambutan hangat tak hanya datang dari para prajurit, namun juga dari masyarakat Kampung Julukoma. Program "Papua Melek" ini disambut dengan sukacita oleh para orang tua, yang menyadari betapa berharganya inisiatif ini bagi anak-anak mereka. Jarak tempuh ke sekolah yang jauh dan keterbatasan sarana belajar di rumah membuat kegiatan seperti ini menjadi sangat berarti.

    Yanuarius Tabuni, salah seorang tokoh masyarakat setempat, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengungkapkan betapa besar apresiasinya atas kepedulian Satgas Yonif 732/Banau dalam memperhatikan pendidikan anak-anak di kampungnya.

    "Kami sangat bersyukur. Anak-anak kami diajari membaca dan menulis oleh bapak-bapak TNI. Sekolah cukup jauh dan tidak selalu mudah bagi kami mengajari mereka di rumah. Kegiatan ini sangat berarti untuk masa depan anak-anak kami, " tuturnya penuh haru.

    Melalui program "Papua Melek", kehadiran TNI di perbatasan Papua tak hanya sebatas menjaga kedaulatan wilayah, namun juga merambah ke ranah pencerdasan generasi muda. Inisiatif ini menjadi bukti nyata peran aktif TNI dalam memperkuat persatuan, menumbuhkan harapan, dan membuka cakrawala baru bagi masa depan Tanah Papua.

    (Wartamiliter)

    sahabatbanau papuamelek satgasyonif732 literasipapua tniuntukpendidikan beogapapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Banau Hadirkan Harapan Kesehatan...

    Artikel Berikutnya

    TNI ROSITA Gerakkan Ekonomi Mama Papua di...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Banau Perkuat Harmoni Perbatasan Lewat Karya Bakti Gereja
    Satgas Banau Borong Hasil Tani, Perkuat Ekonomi Warga Beoga
    Marinir Bawa Harapan Kesehatan ke Pedalaman Papua
    TNI Hadir di Papua: Pelayanan Sosial Satgas Yonif 500/Sikatan di Mamba
    Senyum Anak Engganengga Merebak Berkat Satgas Yonif 113/JS

    Ikuti Kami