INTAN JAYA - Memasuki awal tahun 2026, optimisme ekonomi merebak di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Program inovatif ROSITA (Borong Hasil Tani Rakyat) yang digagas prajurit TNI Satgas Koops Habema Yonif 631/Antang menjadi garda terdepan dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi para Mama Papua. Pada Sabtu (3/1/2026), pasar rakyat Sugapa diserbu prajurit yang bersemangat memborong seluruh hasil kebun warga, sebuah langkah nyata untuk menggerakkan roda perekonomian pegunungan Papua.
Sejak mentari pagi menyapa, suasana pasar rakyat Sugapa terasa berbeda. Tawa dan senyum sumringah menghiasi wajah para Mama Papua saat lapak-lapak mereka didatangi oleh para prajurit TNI. Sayur-mayur segar, umbi-umbian hasil bumi yang melimpah, semuanya dibeli habis oleh personel TNI, meninggalkan kebahagiaan mendalam bagi para penjual yang dagangannya ludes terjual.
Komandan Satgas Yonif 631/Antang, Letkol Inf Andy Darnianto, menjelaskan bahwa aksi ini adalah perwujudan nyata dari instruksi Panglima Komando Operasi TNI Habema. Tujuannya jelas: membantu meringankan beban kesulitan masyarakat di wilayah penugasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Prajurit TNI tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui ROSITA, kami ingin memastikan hasil tani Mama Papua benar-benar bernilai dan berdampak langsung bagi ekonomi keluarga, ” ujar Letkol Andy.
Dalam pelaksanaannya, Kapten Inf Rustam Bulo bersama personel Pos Kotis Ugimba secara proaktif memanfaatkan waktu patroli mereka untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya membeli hasil kebun warga, tetapi juga memanfaatkan hasil panen tersebut untuk memenuhi kebutuhan dapur pos. Ini menciptakan manfaat ganda yang dirasakan baik oleh masyarakat maupun oleh satuan TNI.
Antusiasme warga terlihat begitu nyata. Sejumlah Mama Papua tak kuasa menahan haru melihat seluruh hasil jerih payah mereka habis terjual dalam sekejap mata.
“Terima kasih banyak bapak-bapak TNI. Hasil kebun kami diborong semua. Kami senang dan merasa diperhatikan, ” ujar salah satu Mama Papua dengan mata berkaca-kaca penuh bahagia.
Letkol Andy menambahkan, program ROSITA dirancang untuk menjadi pemantik semangat bagi para petani lokal. Dengan adanya kepastian pasar dan perhatian yang tulus dari negara, para petani diharapkan semakin termotivasi untuk terus mengolah lahan mereka secara produktif.
“Ini bagian dari pemberdayaan masyarakat. Ketika hasil tani mereka dihargai, Mama-Mama Papua akan semakin termotivasi untuk bertani dan meningkatkan produksi, ” tambahnya.
Sementara itu, Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menegaskan pentingnya pendekatan humanis dan penguatan ekonomi rakyat sebagai elemen krusial dalam tugas TNI di Papua.
“Lebih dari sekadar memborong hasil tani, prajurit TNI juga menjadi tempat masyarakat berbagi cerita dan harapan. TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sahabat dan penggerak ekonomi rakyat Papua, ” tegas Mayjen Lucky.
Program ROSITA menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di Tanah Papua bukan hanya membawa rasa aman, tetapi juga membuka jalan lebar menuju kemandirian dan kesejahteraan sejati masyarakat. Ini sejalan dengan cita-cita mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh. (Wartamiliter)
