LANNY JAYA - Di tengah keheningan Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Senin (23/2/2026) menjadi saksi bisu bagaimana sentuhan kemanusiaan mampu merajut benang kepercayaan. Satuan Tugas (Satgas) dari Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha, melalui Pos Wamitu, tak sekadar hadir menjaga keamanan, tetapi lebih dari itu, mereka berusaha menyentuh hati warganya.
Dengan langkah-langkah yang tak terburu-buru, para prajurit menyambangi honai-honai warga, tempat di mana kehidupan sehari-hari berdenyut. Di sana, mereka membuka diri untuk berdialog, mendengarkan setiap keluh kesah, dan memastikan denyut kehidupan di kampung tetap berjalan dalam suasana kondusif.
Pendekatan personal menjadi kunci. Dari pintu ke pintu, para prajurit duduk bersama mama-mama Papua dan para tokoh masyarakat. Suara-suara yang mungkin terpendam kini terdengar, membahas segala hal, mulai dari kebutuhan paling mendasar hingga dinamika sosial yang melingkupi kampung.
Kapten Inf Indra, Komandan Pos (Danpos) Wamitu, mengungkapkan visi mendalam di balik setiap langkahnya. Ia percaya bahwa tugas prajurit di tanah pengabdian ini melampaui sekadar penjagaan wilayah. Ini adalah tentang menjaga relung hati masyarakat, membangun ikatan emosional yang kuat.
“Kami menyadari bahwa tugas kami di sini bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjaga hati masyarakat. Setiap honai yang kami datangi adalah bentuk komitmen untuk selalu hadir di tengah warga. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI adalah bagian dari mereka, keluarga yang siap membantu kapan pun dibutuhkan, ” ujar Kapten Indra.
Bagi Kapten Indra, komunikasi sosial adalah fondasi kokoh untuk menciptakan rasa aman yang tak lekang oleh waktu. Dengan dialog yang terbuka dan interaksi yang terjalin erat, potensi masalah dapat diidentifikasi sejak dini, membuka jalan bagi solusi bersama.
“Kami percaya keamanan yang sesungguhnya lahir dari kepercayaan dan kebersamaan. Jika masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan, maka situasi akan tetap kondusif, ” tambahnya, menegaskan keyakinannya pada kekuatan kolaborasi.
Sambutan hangat dari warga Wamitu membuktikan efektivitas pendekatan ini. Mereka merasakan perubahan, jarak yang dulu terasa kini sirna, digantikan oleh kehangatan interaksi yang penuh kekeluargaan. Bagi mereka, kehadiran prajurit kini bukan lagi sekadar aparat keamanan, melainkan telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan mereka.
Agenda rutin komunikasi sosial yang dijalankan oleh Satgas Yonif 408/Sbh ini merupakan wujud nyata pengabdian mereka di wilayah Papua Pegunungan. Pendekatan persuasif dan dialogis terbukti ampuh dalam memperkuat stabilitas sekaligus memupuk rasa saling percaya yang kian mengakar antara aparat dan masyarakat.
Dengan hati yang tulus dan sentuhan kemanusiaan, Satgas berharap kehadiran mereka tak hanya membawa keamanan, namun juga menebar ketenangan dan harapan di tengah masyarakat pedalaman yang mereka layani.
