Stabil Pasca Lebaran, Babinsa Abepura Pantau Harga Sembako Pasar Regional Otonom

    Stabil Pasca Lebaran, Babinsa Abepura Pantau Harga Sembako Pasar Regional Otonom

    Jayapura – Dalam rangka menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat pasca perayaan Lebaran, Babinsa Koramil 1701-03/Abepura, Sertu Martinus Pasamman, turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan dan pengecekan harga sembako serta bahan bakar minyak (BBM) di Pasar Regional Otonom, Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Rabu (08/04/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif aparat kewilayahan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus langkah antisipatif terhadap potensi fluktuasi harga yang kerap terjadi usai hari besar keagamaan. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar juga mencerminkan kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat di wilayah binaannya.

    Berdasarkan hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas bahan pokok terpantau relatif stabil, meskipun terdapat variasi pada beberapa jenis barang. Harga beras, misalnya, berada pada kisaran Rp13.000 per kilogram untuk beras Bulog, Rp19.000 per kilogram untuk beras premium, dan Rp25.000 per kilogram untuk beras ketan.

    Pada komoditas protein hewani, daging sapi lokal dijual sekitar Rp145.000 per kilogram, ayam ras segar Rp45.000 per ekor, serta ikan tuna berukuran besar mencapai Rp130.000 per ekor. Sementara itu, telur ayam lokal berada di kisaran Rp75.000 hingga Rp80.000 per rak.

    Untuk komoditas sayuran dan bumbu dapur, harga cabai rawit tercatat Rp80.000 per kilogram, bawang merah Rp75.000 per kilogram, dan bawang putih Rp45.000 per kilogram. Minyak goreng dijual dengan harga bervariasi antara Rp21.000 hingga Rp25.000 per liter, tergantung merek dan kualitas.

    Di sektor energi, harga BBM subsidi seperti Pertalite berada di angka Rp10.000 per liter di SPBU dan sekitar Rp13.000 per liter di tingkat pengecer. Bio Solar dijual Rp6.800 per liter di SPBU dan berkisar Rp13.000 per liter secara eceran, sedangkan Pertamax tercatat Rp12.650 per liter.

    Selain itu, harga LPG juga relatif stabil, dengan rincian LPG 12 kg sebesar Rp260.000, LPG 5, 5 kg Rp125.000, serta minyak tanah dijual Rp5.000 per liter.

    Babinsa Sertu Martinus Pasamman menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini menjadi langkah deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga maupun kelangkaan barang di pasaran.

    “Melalui pemantauan ini, kami dapat mengetahui secara langsung perkembangan harga di lapangan. Jika terjadi kenaikan signifikan atau kendala distribusi, hal tersebut dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut, ” ujarnya.

    Ia menambahkan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

    Dengan adanya pemantauan rutin dan kehadiran aparat di tengah masyarakat, diharapkan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di wilayah Abepura tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara aman, wajar, dan terjangkau. (Redaksi Papua)

    Anker Putra Cyklop

    Anker Putra Cyklop

    Artikel Sebelumnya

    Targetkan Tiga Kali Panen Setahun, Babinsa...

    Artikel Berikutnya

    TNI Bergerak Cepat Perbaiki, Jembatan Trans...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    KPK Dalami Cukai, Pengusaha Rokok Khairul Umam Diperiksa
    Gotong Royong Perbatasan: Satgas Macan Kumbang dan Warga Ubrun Bersatu
    TNI Bergerak Cepat Perbaiki, Jembatan Trans Kaureh Kembali Layak Dilalui
    Stabil Pasca Lebaran, Babinsa Abepura Pantau Harga Sembako Pasar Regional Otonom
    Targetkan Tiga Kali Panen Setahun, Babinsa Skanto Dampingi Petani Tanam Padi

    Ikuti Kami