PUNCAK - Di jantung Papua Tengah, tepatnya di Kampung Jampul, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, sebuah inisiatif mulia tengah bergulir. Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau tidak hanya hadir menjaga kedaulatan negeri, tetapi juga merajut masa depan generasi muda melalui pendidikan. Program bertajuk “Papua Melek” ini, yang digelar personel Pos Jampul pada Kamis (8/1/2026), menjadi saksi bisu pengabdian tulus dalam menanamkan literasi Bahasa Indonesia sejak dini.
Dengan penuh semangat, Serda Rivai memimpin jalannya pembelajaran yang disulap menjadi sesi yang tak hanya edukatif, namun juga penuh keceriaan. Anak-anak Kampung Jampul antusias mengikuti setiap materi yang disajikan. Pengenalan huruf, angka, serta perbendaharaan kata dasar Bahasa Indonesia dikemas dalam balutan nyanyian riang, dongeng yang menggugah imajinasi, serta dialog interaktif. Pendekatan yang humanis ini membuat materi mudah diserap, mencegah kejenuhan, dan menumbuhkan rasa cinta pada bahasa persatuan.
“Program Papua Melek ini adalah bentuk bakti kami kepada bangsa sekaligus investasi jangka panjang. Anak-anak yang cerdas dan mampu berbahasa Indonesia dengan baik akan menjadi aset penting bagi kemajuan Papua dan Indonesia. Karena itu, kami berkomitmen menjadikan kegiatan ini berkelanjutan, ” tegas Letda Inf Djemmy, Danpos Jampul.
Dukungan tak hanya datang dari personel TNI, namun juga mengalir deras dari hati masyarakat setempat. Megianus, salah seorang warga Kampung Jampul, tak kuasa menahan rasa syukur atas kehadiran para prajurit yang rela berbagi ilmu.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Jampul. Anak-anak sekarang lebih semangat belajar. Selama ini kami kesulitan mengajarkan Bahasa Indonesia dengan benar. Dengan adanya bapak-bapak tentara yang mau mengajar, kami punya harapan besar anak-anak kami bisa lebih pintar dan percaya diri, ” ujarnya dengan mata berbinar.
Lebih dari sekadar penjaga perbatasan, Satgas Yonif 732/Banau membuktikan bahwa pembangunan pendidikan dan penguatan persatuan bangsa dapat dimulai dari sentuhan tulus dan langkah konsisten. Program Papua Melek menjadi bukti nyata bahwa harapan besar untuk masa depan Papua dan Indonesia tertanam dalam hati anak-anak yang kini mulai fasih berbahasa Indonesia. (Wartamiliter)
