PUNCAK - Di tengah keheningan pegunungan Papua, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini Yonif 732/Banau melalui Pos Jampul kembali merajut benang kebersamaan dengan warga pedalaman. Minggu (18/1/2026) menjadi saksi bisu gelaran Ibadah Minggu yang khidmat, menyatukan prajurit TNI dengan masyarakat Kampung Jampul, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Kegiatan yang dipimpin oleh Serda Jimmy ini bukan sekadar rutinitas keagamaan. Lebih dari itu, ibadah ini menjadi jembatan kokoh untuk memperdalam iman dan ketakwaan kepada Sang Pencipta, sekaligus merajut silaturahmi yang erat, menciptakan keharmonisan antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan yang seringkali terisolasi.

“Kami tidak hanya bertugas menjaga perbatasan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk berbagi kebersamaan dan mendukung kehidupan spiritual warga. Ini adalah bentuk sinergi yang kami bangun agar tercipta keharmonisan di wilayah perbatasan, ” ujar Letda Inf Djemmy, Perwira Penghubung Pos Jampul, dengan nada tulus.
Senyum merekah di wajah warga Kampung Jampul. Naomi, salah seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat senang bapak-bapak TNI mau beribadah bersama kami. Ini menunjukkan mereka tidak hanya menjaga kami secara fisik, tetapi juga peduli secara rohani, ” tuturnya penuh haru.
Melalui inisiatif program Sahabat Banau, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau menegaskan komitmennya untuk terus hadir di hati masyarakat, memperkuat fondasi spiritual, serta membangun rasa percaya dan kebersamaan yang tak tergoyahkan di tanah Papua, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

andhaka