PUNCAK - Di tengah hamparan keindahan alam Papua Tengah, sebuah inisiatif mulia hadir untuk menerangi masa depan generasi penerus. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Yonif 732/Banau, melalui Pos Wangbe, tak henti-hentinya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah terpencil. Program “Papua Melek” yang digagasnya menjadi bukti nyata kepedulian mendalam terhadap pendidikan.
Pada Rabu (14/1/2026), Kampung Wangbe di Kabupaten Puncak menjadi saksi bisu semangat belajar yang membara. Personel Satgas, dipimpin oleh Serda Arly, dengan sabar dan penuh kasih sayang membimbing anak-anak hingga warga dewasa yang masih bergulat dengan huruf dan kata dalam Bahasa Indonesia. Metode sederhana namun efektif diterapkan, mulai dari pengenalan abjad, perakitan kata, hingga merangkai kalimat, membuka gerbang pengetahuan bagi mereka yang sebelumnya terbatas.

Suasana kelas yang sederhana berubah menjadi arena kebersamaan yang hangat. Senyum ceria anak-anak dan antusiasme warga dewasa membalut setiap sesi pembelajaran, menciptakan harapan baru akan masa depan yang lebih cerah. Setiap materi yang disampaikan bagaikan percikan api yang menyulut semangat untuk meraih kemandirian.
Kapten Inf Gery, Komandan Pos Wangbe, menjelaskan bahwa program “Papua Melek” lahir dari kepedulian tulus Satgas terhadap fondasi penting kemandirian masyarakat, yaitu pendidikan dasar.
Ia mengungkapkan, “Melalui kegiatan ajar mengajar Bahasa Indonesia ini, kami ingin memberikan bekal dasar yang bermanfaat bagi anak-anak maupun orang dewasa. Harapan kami sederhana, semoga ilmu yang diberikan hari ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah dan mandiri.”
Komitmen Satgas Yonif 732/Banau tak hanya sebatas menjalankan tugas pengamanan. Mereka menegaskan kesiapan untuk terus mendampingi dan melayani masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial selama masa penugasan mereka.
Apresiasi mendalam datang dari Taninge, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Wangbe. Ia merasakan betul dampak positif dari pembinaan yang diberikan Satgas.
“Dengan adanya pembinaan ini, anak-anak kami bisa terus tumbuh dalam pengetahuan dan kemandirian. Langkah kecil hari ini menjadi bekal besar untuk masa depan mereka. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI, ” tuturnya, penuh rasa syukur.
Melalui program Sahabat Banau dan Papua Melek, Satgas Yonif 732/Banau tidak hanya menjaga kedaulatan negeri, melainkan juga menanamkan benih-benih literasi dan pendidikan, membangun pondasi kokoh bagi masyarakat pedalaman Papua Tengah untuk meraih kehidupan yang lebih baik. (Wartamiliter)

Updates.