Harapan Pendidikan Tumbuh Kembali di Nenggeagin Berkat TNI

    Harapan Pendidikan Tumbuh Kembali di Nenggeagin Berkat TNI

    NDUGA - Di tengah keheningan pegunungan Papua, suara riang anak-anak kembali menggema di SD Nenggeagin, Distrik Nenggeagin, Kabupaten Nduga. Sekolah yang sempat terhenti aktivitasnya sejak 2023 akibat insiden penyanderaan pilot Susi Air, kini hidup kembali berkat dedikasi tanpa lelah prajurit Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) yang bertekad menyalakan kembali semangat belajar di pedalaman.

    Bangunan sekolah yang dulunya terbengkalai kini tampak bersih dan tertata rapi. Meja dan kursi kembali berjejer, senandung lagu nasional terdengar dari ruang kelas sederhana yang dikelilingi hijaunya hutan. Inisiatif ini lahir dari Satgas Yonif 408/Sbh Pos Nenggeagin, yang turun langsung memperbaiki fasilitas, membersihkan lingkungan, hingga menyalurkan perlengkapan belajar esensial seperti alat tulis, buku, dan seragam sekolah untuk para siswa.

    “Anak-anak di Nenggeagin adalah masa depan Papua dan masa depan Indonesia. Kami tidak ingin mereka kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena situasi keamanan, ” ujar Danpos Nenggeagin, Kapten Inf Subur, Senin (10/11/2025).

    Menurut Kapten Subur, langkah ini merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung pemulihan sosial masyarakat Papua, utamanya di sektor pendidikan yang krusial bagi kemajuan daerah. Sebelumnya, anak-anak di wilayah ini nyaris kehilangan akses belajar karena para guru terpaksa meninggalkan daerah menyusul konflik bersenjata.

    Kabar kembalinya kegiatan belajar di SD Nenggeagin disambut penuh sukacita oleh warga. Sejak pagi, para orang tua antusias mengantar anak-anak mereka ke sekolah sembari membawa bekal sederhana. Senyum lega dan harapan baru terpancar dari wajah mereka.

    “Kami sangat bersyukur. Sekolah ini dulu sepi dan rusak, tapi sekarang hidup lagi berkat bantuan bapak-bapak TNI. Anak-anak kami bisa belajar lagi, ” ungkap Yulianus Tabuni, tokoh masyarakat Nenggeagin, dengan nada haru.

    Tak hanya memperbaiki sarana, beberapa personel Satgas juga turun tangan mengajar dan mendampingi anak-anak dalam kegiatan belajar, sembari menanti para guru kembali bertugas. Mata pelajaran dasar seperti membaca, berhitung, dan menulis diajarkan dengan metode yang mudah dipahami namun penuh semangat.

    “Melihat mereka tersenyum dan berani memegang pensil lagi, itu kebahagiaan yang luar biasa bagi kami, ” tutur Serda Eko, salah satu anggota Satgas yang bertugas mendampingi siswa.

    Langkah Satgas Yonif 408/Sbh ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di Papua lebih dari sekadar menjaga keamanan, tetapi juga membangun harapan. Pendidikan diprioritaskan agar anak-anak di daerah terpencil dapat tumbuh dengan bekal ilmu dan semangat nasionalisme yang kuat.

    “Sekolah ini simbol dari semangat baru masyarakat Nenggeagin. Kami akan terus mendukung agar anak-anak Papua bisa belajar tanpa rasa takut, ” tegas Kapten Subur.

    Dengan sekolah yang kembali aktif, Desa Nenggeagin perlahan bangkit dari trauma dan ketakutan. Tawa riang anak-anak di halaman sekolah kini menjadi penanda bahwa masa depan Papua masih menyimpan banyak cahaya, cahaya yang berhasil dinyalakan kembali oleh tangan-tangan para prajurit yang mengabdi dengan sepenuh hati. (jurnalis.id)

    pendidikan papua tni humanis satgas yonif 408 sbh anak papua cerdas papua bangkit sekolah hidup lagi
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    TNI di Papua: Pilar Konstitusi, Bukan Ancaman...

    Artikel Berikutnya

    Polda Papua Gelontorkan 165 Ton Beras Murah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Natal 2025, TNI–Jemaat GKII Antiokhia Yokatapa Satukan Doa, Kokohkan Damai di Intan Jaya
    ROSITA di Intan Jaya: TNI Borong Hasil Tani Mama Papua, Nyalakan Mesin Ekonomi di Pegunungan
    Di Bawah Cahaya Iman Tumbupur, Satgas 408/Sbh Rajut Damai lewat Ibadah dan Layanan Kesehatan
    Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua
    Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

    Ikuti Kami