PAINAI - Di tengah keheningan Distrik Obano, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Jumat (6/2/2026), terdengar riuh rendah semangat petani. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Mobile 2025 dari Batalyon Infanteri 4 Marinir (Yonif 4 Marinir) TNI Angkatan Laut, hadir membawa kabar gembira dengan menggulirkan program pembelian langsung hasil pertanian warga.
Inisiatif yang diberi nama “Rosita Candraca” ini bukan sekadar transaksi jual beli biasa. Ini adalah jembatan yang dibangun untuk menghubungkan para petani lokal dengan pasar yang lebih luas, melepaskan mereka dari jeratan tengkulak yang kerap memberi harga tak bersahabat. Prajurit Marinir dengan sigap menyerap berbagai komoditas segar, mulai dari sayur-mayur hingga buah-buahan, langsung dari tangan para petani.

Saya bisa merasakan kelegaan dan harapan yang terpancar dari wajah para petani saat menyaksikan langsung prajurit TNI AL berinteraksi dan bertransaksi. Bukan hanya soal menambah pundi-pundi pendapatan, kehadiran mereka juga memberikan rasa aman yang tak ternilai, sekaligus menjadi cambuk semangat untuk terus menggali potensi pertanian di tanah Obano yang subur.
“Rosita Candraca adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap kesejahteraan petani. Kami berharap program ini memberi dampak berkelanjutan, meningkatkan semangat bertani, serta memperkuat sinergi TNI dan masyarakat sebagai mitra pembangunan, ” ujar Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla.
Melalui program ini, prajurit Yonif 4 Marinir tak hanya menjalankan tugas mulia menjaga kedaulatan negeri di perbatasan, namun juga membuktikan diri sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi ekonomi lokal. Sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu membuka jalan kemandirian bagi petani Papua Tengah dan merajut erat tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat. (Wartamiliter.com)
