PUNCAK - Di tengah bentangan alam pegunungan Papua yang menantang, prajurit Pos Sinak BNPB dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif 142/Ksatria Jaya tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, namun juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Pada Jumat (6/2/2026), langkah nyata diambil untuk menyemarakkan denyut perekonomian lokal di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, dengan cara yang sederhana namun sarat makna: memborong hasil tani dan dagangan para mama-mama Papua.
Bayangkan saja, di lapak-lapak sederhana yang terhampar, tersaji aneka sayuran segar, umbi-umbian yang menjadi sumber karbohidrat utama, serta berbagai hasil kebun lainnya. Kehadiran para prajurit yang sigap menyusuri setiap sudut, melakukan pembelian langsung, adalah wujud komitmen mendalam TNI dalam menopang kehidupan warga di wilayah dengan akses terbatas dan kondisi geografis yang sulit. Ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan uluran tangan yang menjaga perputaran roda ekonomi di tingkat kampung.
Kapten Inf Redha J.K., Danpos Sinak BNPB, menyampaikan inti dari aksi mulia ini. Ia merasakan langsung betapa pentingnya memastikan hasil kerja keras masyarakat memiliki nilai jual yang layak.
“Kami ingin memastikan hasil kebun masyarakat memiliki nilai jual dan dapat membantu kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat di Distrik Sinak, ” ujarnya dengan nada tulus.
Senyum merekah di wajah para mama-mama Papua. Dagangan yang laku keras memberikan mereka bukan hanya keuntungan materi, tetapi juga suntikan semangat baru. Dukungan seperti ini menjadi bahan bakar untuk terus berkebun, mempertahankan mata pencaharian keluarga di tengah segala keterbatasan yang ada.
Lebih dari sekadar tugas pengamanan, Pos Sinak BNPB telah menjelma menjadi garda terdepan yang menggerakkan harapan ekonomi. Sebuah pengabdian tanpa batas yang diharapkan kian memperkuat ikatan antara TNI dan rakyat, serta membawa kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat di Pegunungan Tengah Papua. (Wartamiliter.com)
