PUNCAK - Di tengah hamparan perbukitan Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebuah inisiatif sederhana namun berdampak besar sedang bergulir. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Yonif 732/Banau, melalui program inovatifnya, Rosita (Borong Hasil Tani), membuktikan bahwa kehadiran negara dapat menyentuh langsung denyut nadi ekonomi masyarakat di garis terdepan.
Program ini bukan sekadar tentang pembelian hasil bumi, melainkan sebuah jembatan harapan bagi para petani lokal di Kampung Jampul yang kerap terbentur tembok tingginya biaya transportasi dan terbatasnya akses pasar. Pada Rabu, (7/1/2026), personel Pos Jampul, dipimpin langsung oleh Sertu Trisno, tak ragu mendatangi kebun dan rumah warga. Tangan-tangan kokoh para prajurit menyambut hasil panen yang siap dijual, mulai dari aneka sayuran segar, buah-buahan ranum, hingga umbi-umbian yang menjadi sumber penghidupan.

“Program Rosita ini bukan kegiatan yang pertama kali kami lakukan. Ini adalah komitmen kami untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat. Selain untuk memenuhi kebutuhan logistik pos, yang terpenting kegiatan ini menjadi solusi bagi warga dalam memasarkan hasil tani mereka, ” tegas Letda Inf Djemmy, Komandan Pos Jampul.
Pendekatan yang mengedepankan ekonomi kerakyatan ini, menurut Letda Inf Djemmy, adalah kunci utama dalam membangun fondasi stabilitas dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap peran TNI di wilayah perbatasan yang seringkali terisolasi. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai tangan yang membantu menggerakkan roda perekonomian lokal.
Tak dapat dipungkiri, dampak positif program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Mama Ifani, seorang tokoh masyarakat Kampung Jampul, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Selama ini kami sering kesulitan menjual hasil kebun karena harus berjalan jauh dan biaya transportasi mahal. Dengan Bapak-bapak TNI dari Pos Jampul yang datang langsung membeli, hasil kami laku dan uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan lain. Kami merasa diperhatikan dan sangat berterima kasih, ” ujar Mama Ifani.
Melalui setiap kilogram sayuran dan buah yang dibeli, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau tak hanya memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedalaman Papua Tengah, tetapi juga menanamkan benih optimisme dan kesejahteraan bagi para petani. Ini adalah bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat dapat melahirkan solusi tangguh untuk tantangan di perbatasan. (Wartamiliter)
