PUNCAK - Di tengah bentangan alam Kabupaten Puncak yang memukau namun sulit dijangkau, hadir secercah harapan bagi warga Kampung Marilakuin. Personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 732/Banau, yang akrab disapa "Sahabat Banau", tak henti menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar layanan kesehatan gratis dan distribusi obat-obatan pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Program "Sahabat Banau" ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjangkau wilayah terpencil, di mana fasilitas kesehatan masih menjadi sebuah kemewahan. Kegiatan yang dipimpin oleh Serda Buamona ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, penanganan keluhan umum, hingga pemberian vitamin dan obat-obatan tanpa dipungut biaya.
Lebih dari sekadar pengobatan fisik, para prajurit TNI juga berbagi pengetahuan kesehatan sederhana. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh, terutama di tengah keterbatasan akses medis yang ada.

Kapten Inf Sinaga, Komandan Pos Marilakuin, menegaskan bahwa kehadiran TNI di perbatasan bukan hanya tentang menjaga kedaulatan negara, melainkan juga tentang memastikan denyut kehidupan masyarakat tetap sehat dan sejahtera. "Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, dan kesehatan adalah hak mutlak setiap insan. Komitmen kami di sini adalah terus memberikan program yang memberi manfaat nyata, " ujarnya penuh keyakinan.
Senyum haru terpancar dari wajah Mama Delila, salah satu warga Kampung Marilakuin. Ia mengungkapkan betapa berharganya layanan kesehatan gratis ini bagi masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari puskesmas dan kerap terkendala transportasi.
"Dengan pengobatan gratis ini, kami tidak perlu lagi bersusah payah menempuh perjalanan jauh apalagi memikirkan biaya yang memberatkan. Sungguh, kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang telah menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kesehatan kami, " tuturnya dengan suara bergetar.
Melalui sentuhan kemanusiaan ini, Satgas Yonif 732/Banau tidak hanya berharap dapat mempererat tali persaudaraan dengan warga, tetapi juga secara konkret meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di pedalaman Papua yang penuh tantangan.
