INTAN JAYA - Di tengah kehangatan pegunungan Intan Jaya, Papua Tengah, aroma kopi menguar, menyatukan senyum prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 113/JS TK Pos Engganengga dengan hati warga Kampung Engganengga, Distrik Homeyo. Sabtu (14/2/2026) lalu, sebuah momen sederhana namun bermakna terukir; duduk bersama, menyeruput kopi, dan membuka ruang dialog tulus di wilayah pedalaman yang memukau.
Bagi Kapten Inf Rizki Hidayatullah, Komandan TK Pos Engganengga, kebersamaan yang terjalin melalui secangkir kopi ini lebih dari sekadar ritual. Ini adalah fondasi kepercayaan yang sedang dibangun.

“Masyarakat di sini sangat ramah dan terbuka. Kami ingin semakin dekat, mendengarkan langsung keluh kesah mereka, serta memahami kebutuhan nyata di lapangan, ” ujarnya.
Dalam obrolan santai yang mengalir, suara-suara dari hati warga mulai terdengar. Mulai dari kerinduan akan layanan kesehatan yang lebih baik, harapan akan akses pendidikan yang merata, hingga kebutuhan paling mendasar akan penerangan di rumah-rumah mereka. Setiap curahan hati didengarkan dengan seksama oleh personel Satgas, yang berjanji akan menjadi jembatan aspirasi mereka kepada pihak-pihak terkait, demi terwujudnya solusi yang berkelanjutan.
Jonan Bagau (36), Kepala Kampung Engganengga, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas kehadiran para prajurit yang tulus.
|
Baca juga:
Puluhan Kayu Ilegal Diamankan di Tanah Laut
|
“Kami sangat senang dengan kehadiran Satgas. Mereka ramah, peduli, dan mau mendengar kami. Kebersamaan seperti ini membuat masyarakat merasa diperhatikan, ” katanya.
Kegiatan komunikasi sosial yang penuh sentuhan kemanusiaan ini sejatinya adalah jembatan yang kokoh, memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat. Harapannya, ini akan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kedamaian, harmoni, dan kesejahteraan di setiap sudut pedalaman Papua yang berharga.

Updates.