PANIAI - Di tengah keheningan Distrik Obano, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, kehadiran prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile 2025 Gobang V Batalyon Infanteri 4 Marinir TNI AL membawa secercah harapan baru. Pada Selasa, (13 Januari 2026), sebuah kisah kemanusiaan terukir melalui program "Candraca Cerdas", sebuah inisiatif mulia yang didedikasikan untuk dunia pendidikan anak-anak Papua.
Di pelataran Gereja Jemaat Maranatha Beko, tawa riang anak-anak SD Inpres Beko berpadu dengan semangat para marinir yang tak kenal lelah. Tas sekolah yang kokoh, buku tulis yang bersih, alat tulis dan mewarnai yang penuh warna, hingga sepatu dan bola yang siap menemani aktivitas mereka, semua tersalurkan dengan penuh kasih. Bantuan ini bukan sekadar barang, melainkan simbol kepedulian mendalam untuk membuka pintu ilmu bagi generasi penerus di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.

Komandan Satgas, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menyampaikan esensi dari kegiatan ini, sebuah janji dari Korps Marinir TNI AL untuk masa depan Papua. Ia melihat lebih dari sekadar distribusi bantuan fisik; ia melihat percikan semangat yang ia harap akan terus menyala di hati para siswa.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin meringankan beban masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat belajar anak-anak. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan kami berharap fasilitas sederhana ini dapat memotivasi mereka untuk terus bersekolah dan meraih cita-cita, " ujar Letkol Marinir Surya Affandy.
Perasaan syukur dan apresiasi tulus datang dari Kepala Sekolah SD Inpres Beko. Ia tak bisa menutupi kebahagiaannya atas perhatian yang diberikan oleh para prajurit gagah berani ini.

"Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Perlengkapan sekolah yang diberikan sangat membantu anak-anak kami dan menjadi penyemangat baru dalam kegiatan belajar, " ungkapnya.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan bakti sosial tersebut. Lebih dari sekadar memberikan bantuan, kehadiran Satgas Yonif 4 Marinir telah menanamkan benih kebaikan dan mempererat tali persaudaraan antara tentara dan masyarakat. Di pedalaman Papua Tengah ini, semangat belajar kini semakin membara, didukung oleh sentuhan kemanusiaan dari para penjaga negeri. (Wartamiliter)

Updates.