Ibadah dan Pengabdian di Puncak Lanny Jaya: Ketika Prajurit Menjadi Sahabat Jiwa dan Raga

    Ibadah dan Pengabdian di Puncak Lanny Jaya: Ketika Prajurit Menjadi Sahabat Jiwa dan Raga

    LANNY JAYA - Di dataran tinggi Distrik Kuyawage yang diselimuti kabut pagi, suara nyanyian pujian menggema lembut dari sebuah gereja sederhana di Kampung Tumbupur. Di dalamnya, tampak prajurit berseragam loreng berbaur dengan warga setempat dalam ibadah Minggu bersama, kegiatan yang penuh makna kemanusiaan yang digagas oleh Satgas Yonif 408/Sbh melalui Pos Tumbupur.  

    Usai ibadah, suasana keakraban berlanjut dengan kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Tim medis Satgas sigap memeriksa kesehatan warga, memberikan vitamin, serta pengobatan ringan bagi mereka yang selama ini sulit menjangkau fasilitas medis. Bagi masyarakat Tumbupur, kegiatan itu bukan sekadar layanan kesehatan, melainkan hadirnya perhatian dan kasih negara di tengah keterpencilan.  

    “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Ibadah bersama ini menjadi cara kami untuk mempererat hubungan batin dan menumbuhkan kepercayaan, ” ujar Danpos Tumbupur, Kapten Inf Panca, di sela kegiatan, Minggu (26/10/2025).  

    Ibadah dipimpin oleh Pendeta Gilire Wonda, yang dalam khotbahnya menekankan pentingnya kasih dan persaudaraan di tengah keberagaman. Ia tak kuasa menyembunyikan rasa haru melihat kebersamaan yang tercipta.  

    “Kami bersyukur atas kehadiran Bapak-bapak TNI. Mereka bukan hanya menjaga kami, tapi juga ikut membangun iman dan memberi rasa aman. Kehadiran mereka adalah berkat bagi masyarakat Kuyawage, ” ungkap Pendeta Gilire Wonda penuh tulus.  

    Kegiatan yang sederhana namun sarat makna ini kembali menegaskan filosofi Kemanunggalan TNI dan Rakyat, bahwa di balik disiplin dan ketegasan seorang prajurit, tersimpan hati yang lembut dan peduli.  

    Tokoh masyarakat setempat, Yonas Wenda, juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian prajurit terhadap warga.  

    “Kami merasa tidak sendiri. Prajurit datang bukan membawa senjata, tapi membawa damai. Mereka membantu kami yang sakit, mereka ikut berdoa bersama kami. Itu membuat kami bangga, ” ujarnya.  

    Sementara itu, Panglima Komando Operasi TNI Habema (Pangkoops Habema), Mayjen TNI Lucky Avianto, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian yang sejati dari prajurit di medan penugasan.  

    “Inilah esensi penugasan TNI di Tanah Papua membangun peradaban, bukan sekadar menjaga pertahanan. Ketika prajurit ikut beribadah dan memberikan layanan kesehatan, itu artinya mereka sedang menanamkan cinta dan harapan, ” tegas Mayjen TNI Lucky Avianto.  

    Di puncak Lanny Jaya, di antara dingin kabut pegunungan, prajurit Satgas Yonif 408/Sbh menunjukkan bahwa tugas mereka melampaui sekadar menjaga batas dan keamanan. Mereka hadir sebagai sahabat jiwa dan raga, menyalakan terang iman dan kasih di setiap langkah pengabdian di Tanah Papua.  

    (Lettu Inf Sus/AG)

    tnimanunggalrakyat kasihditanahpapua satgas408sbh papuadamai lannyjayaberiman papua peguunungan
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Damai di Tanah Krepkuri: Prajurit Yonif...

    Artikel Berikutnya

    Langkah Kasih di Tanah Papua: Satgas Yonif...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Yonif 712/WT Tebar Kebersamaan di Hitadipa, Papua Tengah
    Satgas Yonif 408/Sbh dan Warga Nenggeagin: Kemanunggalan di Tengah Kedamaian
    Satgas TNI Hadirkan Harapan Medis di Pedalaman Papua
    Api Honai Hangatkan Lanny Jaya, TNI Jamin Keamanan Tumbupur
    Satgas TNI Semai Asa Pendidikan Papua di Pedalaman Nduga

    Ikuti Kami