PUNCAK - Malam yang biasanya pekat di Kampung Nipuralome, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, kini tak lagi sama. Sebuah cahaya mungil namun penuh makna mulai berpendar dari honai Bapak Aku Murib, menandai hadirnya secercah harapan baru yang dibawa oleh prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti (WYC). Misi kemanusiaan ini membawa solusi sederhana namun berdampak besar: pemasangan panel surya dan lampu penerangan. Sabtu (15/11/2025).
Di tengah program Bimbingan Teritorial yang dijalankan secara terbatas, personel Pos Titik Kuat Bendungan bergerak sigap. Di bawah pimpinan Serda Irsal, tim ini beraksi di lapangan. Pratu Agusman terlihat bersemangat memasang panel surya di atap honai, merangkai setiap kabel dengan teliti, memastikan sistem penerangan ini berfungsi optimal. Momen ini menyentuh, melihat tangan-tangan yang terbiasa menjaga keamanan kini dengan ikhlas membantu warga menerangi malam mereka.
“Kami ingin membantu apa yang bisa kami bantu. Semoga penerangan ini mempermudah aktivitas Pak Aku Murib dan keluarganya, ” ujar Serda Irsal, menambahkan, “TNI hadir bukan hanya untuk keamanan, tetapi untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat.”
Bagi keluarga Aku Murib, bantuan ini sungguh bagaikan keajaiban yang telah lama dinanti. Bertahun-tahun, kegelapan menjadi teman setia saat senja merayap, hanya ditemani api unggun atau pelita seadanya. Air mata haru tak terbendung saat Bapak Aku Murib mengungkapkan rasa syukurnya.
“Terima kasih banyak Pos Bendungan. Torang senang sekali, sekarang honai ada terang. Anak-anak bisa lihat baik kalau malam, ” ucapnya dengan suara bergetar penuh emosi. “Tuhan berkati TNI.”
Ungkapan tulus itu menjadi semangat tak ternilai bagi para prajurit di garis depan. Komandan Pos Bendungan, Lettu Inf Risal, menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pemasangan teknologi.
“Selama kami bertugas di Titik Kuat Bendungan, kami akan terus membantu apa pun yang dibutuhkan warga. Satu lampu yang menerangi satu honai adalah langkah kecil, tapi dampaknya sangat besar bagi masyarakat, ” katanya.
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif prajuritnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua sarat makna kemanusiaan.
“TNI hadir di Papua bukan hanya membawa senjata, tetapi membawa Hati. Solar cell ini adalah simbol hadirnya negara di tengah keterbatasan rakyat, ” ujarnya. Beliau melanjutkan, “Setiap cahaya yang kita nyalakan di honai adalah Cahaya Kasih. Ini adalah operasi kemanusiaan, operasi persatuan. Masyarakat Puncak adalah bagian penting dari Ibu Pertiwi. Teruslah berbuat baik, prajuritku.”
Pemasangan panel surya di honai Aku Murib menjadi bukti nyata bahwa pengabdian TNI melampaui operasi keamanan semata. Sentuhan kemanusiaan inilah yang menghadirkan perubahan konkret di pelosok negeri.
Di kedalaman Puncak Papua, cahaya dari satu lampu ini tidak hanya mengusir gelap gulita, tetapi juga menyalakan kembali bara harapan. Ini adalah penegasan bahwa negara hadir, peduli, dan tak pernah melupakan warganya, bahkan di titik terjauh sekalipun.
(jurnalis)
