PUNCAK - Di tengah hijaunya Kampung Merilaukin, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (22/2/2026) lalu, suasana khidmat terasa begitu kental. Bukan sekadar ritual keagamaan, ibadah Minggu yang digelar personel Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 732/Banau Pos Kotis (Titik Kuat) Merilaukin bersama warga setempat menjadi bukti nyata merajut kedekatan dan mempererat tali persaudaraan.
Rumah warga yang menjadi lokasi ibadah seketika dipenuhi puluhan jemaat. Dari anak-anak hingga para tetua kampung, semuanya hadir dalam satu barisan, berbagi kehangatan dan kekhusyukan. Kehadiran para prajurit bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat, berbaur, dan meresapi setiap lantunan doa. Sambutan hangat yang diberikan warga mencerminkan rasa aman dan dukungan moril yang mereka rasakan.

Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabihi, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata pembinaan teritorial yang mengutamakan pendekatan hati ke hati.
“Kegiatan ibadah bersama ini bukan sekadar rutinitas, melainkan implementasi tugas kami untuk dekat dengan masyarakat. Selain menjaga keamanan, kami hadir memberikan keteduhan dan kebersamaan. Dari momen seperti ini, hubungan emosional antara prajurit dan warga semakin kuat, sehingga sinergi dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan wilayah dapat terwujud, ” ujar beliau.
Beliau menambahkan, stabilitas suatu wilayah tidak hanya dilandasi oleh kekuatan senjata, namun juga oleh kokohnya jalinan sosial antara para pengayom dan masyarakatnya. Senada dengan itu, Numang, seorang tokoh masyarakat Kampung Merilaukin, mengungkapkan rasa harunya atas kebersamaan yang terjalin.
“Kami sangat senang dan bangga. Personel Satgas Yonif 732 tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli dengan kehidupan rohani kami. Mereka beribadah bersama dan bercengkerama seperti keluarga. Ini membuat kami merasa aman dan nyaman, ” tuturnya.
Acara ibadah di Titik Kuat Merilaukin ditutup dengan keakraban melalui ramah tamah dan obrolan ringan. Interaksi hangat ini semakin menegaskan peran vital TNI di wilayah perbatasan, tidak hanya sebagai benteng pertahanan negara, tetapi juga sebagai perekat persatuan dan penjaga keharmonisan sosial.
Di Merilaukin, kebersamaan dalam setiap lantunan doa telah menjadi fondasi kepercayaan, memperkuat ikatan persaudaraan, dan pada akhirnya, memupuk ketahanan wilayah dari setiap sudut kehidupan masyarakat.

Riansyah