INTAN JAYA - Di tengah hiruk pikuk kehidupan Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, terselip kisah kehangatan yang dibangun oleh personel Satgas Yonif 631/Antang. Sejak Sabtu pagi (10/1/2026), mereka tak hanya menjalankan tugas penjagaan, namun merajut kedekatan dengan menyapa langsung masyarakat. Pendekatan humanis dan penghargaan terhadap adat istiadat lokal menjadi kunci utama mereka.
Dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang dipimpin oleh Letda Caj Dicky Cakra Saputra, S.Psi, dan Letda Chk Sirojudin Fadli, suasana kekeluargaan terasa kental. Jabat tangan hangat dan dialog akrab menjadi jembatan komunikasi, menyatukan prajurit dengan warga yang tengah menjalani rutinitas pagi.
Momen berharga tercipta ketika warga Sugapa memperkenalkan makna mendalam dari ungkapan lokal, “Amakanie”. Kata ini bukan sekadar sapaan, melainkan cerminan dari ikatan persaudaraan yang kuat, semangat kebersamaan, dan saling menjaga satu sama lain. Tak berhenti di situ, mereka turut memperagakan salaman khas Papua yang sarat akan ketulusan dan penghormatan, memperlihatkan eratnya jalinan sosial di antara mereka.
“Kami menekankan kepada seluruh prajurit agar selalu mengedepankan sikap humanis, menghormati kearifan lokal, serta hadir sebagai sahabat masyarakat. Kepercayaan rakyat adalah kunci utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif, ” tegas Komandan Satgas Yonif 631/Antang, Letkol Inf Andy Darnianto, S.E.
Melalui dialog yang terbuka dan penuh empati, Satgas Yonif 631/Antang berupaya menciptakan rasa aman dan nyaman, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat. Kehadiran mereka di Sugapa bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan juga menebarkan pesan damai dan menumbuhkan harapan akan kehidupan yang harmonis dan sejahtera di Kabupaten Intan Jaya. (Wartamiliter)
