NDUGA - Di tengah bentangan alam Kabupaten Nduga yang memukau, Kampung Banggabeak, Distrik Kenyam, pada Jumat (13/2/2026) menjadi saksi bisu sebuah momen yang mengharukan. Kehadiran personel Yonif 300/Brajawijaya bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan sebuah sentuhan kemanusiaan yang hangat, sebuah anjangsana yang mendalam bagi warga setempat.
Kedatangan para prajurit yang sederhana namun penuh makna ini disambut dengan senyum tulus oleh masyarakat. Mereka tidak hanya menyapa, tetapi benar-benar merangkul, membangun jembatan emosional yang kuat. Dalam interaksi ini, kehadiran negara terasa begitu nyata, meresap hingga ke sudut-sudut terpencil Papua. Paket sembako yang dibagikan bukan sekadar barang, melainkan simbol kepedulian yang tulus, sebuah dukungan konkret untuk kelangsungan hidup sehari-hari warga.
Puncak keceriaan terpancar saat makanan ringan dibagikan kepada anak-anak. Riuh tawa dan binar mata mereka adalah bukti nyata adanya harapan baru di tengah segala keterbatasan. Momen ini menegaskan betapa pentingnya sentuhan humanis dalam setiap langkah pengabdian di tanah Papua yang kaya.
Komandan Satgas Yonif 300/Brajawijaya, Joko Nugroho, mengungkapkan esensi dari tugas yang diemban prajuritnya.
"Tugas kami di Tanah Papua bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memenangkan hati rakyat melalui ketulusan. Prajurit harus hadir sebagai solusi dan saudara bagi warga, sehingga setiap langkah pengabdian meninggalkan jejak kebaikan dan kedamaian, " katanya.
Melalui aksi sosial yang penuh kehangatan ini, Satgas Yonif 300/Brajawijaya menaruh harapan besar agar jalinan harmonis antara TNI dan masyarakat di Banggabeak terus tumbuh subur. Kebersamaan yang terjalin erat ini diyakini akan menjadi pondasi kokoh untuk menciptakan rasa aman, meningkatkan taraf kesejahteraan, serta menyalakan optimisme masa depan bagi seluruh warga di pedalaman Papua.

Riansyah